Materi-PP-BAB-2-02. Empat Jenis Norma (agama, Kesusilaan, Kesopanan, Hukum)


EMPAT JENIS NORMA (AGAMA, KESUSILAAN, KESOPANAN, HUKUM)

Mata Pelajaran:Pendidikan Pancasila 
Kelas:V (Lima)
Presentasi:PPTX | Video
Modul Ajar:PDF
Latihan Soal: Soal TKA

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa saat kita berjalan melewati orang yang lebih tua, kita dibiasakan membungkukkan badan dan mengucapkan kata "nuwon sewu" atau permisi?
  2. Apa yang akan terjadi pada diri kita jika kita berbohong kepada orang tua, meskipun orang tua kita tidak mengetahuinya?
  3. Apa bedanya aturan memakai helm saat naik motor dengan aturan beribadah tepat waktu?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Norma adalah aturan tidak tertulis maupun tertulis yang mengendalikan perilaku manusia dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, norma dibuat agar hubungan antarmanusia dapat berjalan secara tertib dan teratur. Dalam masyarakat Jawa, khususnya lingkungan sekolah dasar, norma kesopanan sangat erat kaitannya dengan tatanan unggah-ungguh, yaitu etika berperilaku dan berbahasa yang menunjukkan penghormatan kepada orang yang lebih tua. Pemahaman norma hukum dan agama melengkapi pembentukan karakter siswa sebagai warga negara yang baik (good citizen) sekaligus umat beragama yang taat.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu mengapa kita harus hidup teratur? Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal empat jenis norma:

  1. Norma Agama: Aturan dari Tuhan. Contohnya ibadah dan berbuat baik.
  2. Norma Kesusilaan: Aturan dari hati nurani. Contohnya jujur dan tidak mencuri.
  3. Norma Kesopanan: Aturan pergaulan masyarakat. Contohnya membungkuk saat lewat di depan orang tua (nuwon sewu) dan tidak berteriak saat berbicara.
  4. Norma Hukum: Aturan resmi negara. Contohnya memakai helm dan mematuhi lampu lalu lintas.

Jika kita mematuhi semua norma ini, hidup kita akan menjadi tenteram, aman, dan disukai oleh banyak orang.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Norma

Norma adalah kaidah, aturan, atau pedoman yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. Norma digunakan sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima.

Jenis-Jenis Norma dan Karakteristiknya

  1. Norma Agama

Sumber: Wahyu Tuhan Yang Maha Esa.

Sifat: Abadi dan universal.

Sanksi: Dosa dan balasan di akhirat kelak.

Contoh: Melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing, tidak mencuri, menyayangi sesama makhluk.

  1. Norma Kesusilaan

Sumber: Hati nurani dan bisikan batin manusia.

Sifat: Umum dan berasal dari dalam diri.

Sanksi: Rasa menyesal, malu, bersalah, dan gelisah.

Contoh: Jujur dalam bersikap, tidak mencontek saat ujian, mengembalikan barang yang ditemukan.

  1. Norma Kesopanan

Sumber: Pergaulan dan kesepakatan masyarakat setempat (adat istiadat/kearifan lokal).

Sifat: Lokal dan fleksibel (berbeda di setiap daerah).

Sanksi: Cemoohan, celaan, pengucilan, atau ditegur oleh masyarakat.

Contoh Lokal (Unggah-Ungguh Jawa): Membungkukkan badan sambil mengulurkan tangan ke bawah saat lewat di depan orang tua (nuwon sewu), berbicara menggunakan bahasa halus (krama), mencium tangan orang tua saat berpamitan, tidak memotong pembicaraan orang tua.

  1. Norma Hukum

Sumber: Lembaga resmi negara yang berwenang (pemerintah/undang-undang).

Sifat: Tegas, memaksa, dan mengikat seluruh warga negara.

Sanksi: Denda, kurungan penjara, atau hukuman mati yang dilaksanakan oleh aparat penegak hukum.

Contoh: Memakai helm saat mengendarai sepeda motor, mematuhi lampu lalu lintas, tidak melakukan tindakan kriminal, membayar pajak.

GLOSARIUM

  1. Norma: Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat.
  2. Norma Agama: Kaidah hidup yang bersumber dari wahyu Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Norma Kesusilaan: Peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati nurani manusia.
  4. Norma Kesopanan: Peraturan hidup yang timbul dari pergaulan segolongan manusia dalam masyarakat.
  5. Norma Hukum: Peraturan-peraturan yang dibuat oleh badan-badan resmi negara dan sifatnya memaksa.
  6. Unggah-Ungguh: Etika, sopan santun, dan tata krama dalam tradisi masyarakat Jawa.
  7. Sanksi: Hukuman atau akibat yang diterima seseorang karena melanggar aturan/norma.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Norma merupakan pedoman perilaku yang diciptakan untuk menciptakan ketertiban, keadilan, dan kedamaian dalam masyarakat. Setiap jenis norma memiliki sumber, sifat, dan sanksi yang berbeda. Dengan memahami norma, peserta didik tidak hanya sekadar mematuhi aturan secara terpaksa, tetapi menyadari pentingnya menjaga ketertiban umum dan melestarikan budaya kesopanan lokal (unggah-ungguh) sebagai wujud penghormatan terhadap sesama.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Anggota Kelompok1. ....................................................
2. ....................................................
3. ....................................................
4. ....................................................
Kelas / FaseKelas V / C
No. Absen..... / ..... / ..... / .....
Tanggal....................................................

Judul Aktivitas

Klasifikasi dan Pengelompokan Kartu Norma (Classifying and Grouping)

Petunjuk Kerjase

  1. Bacalah setiap kartu kasus yang ada di dalam amplop kelompokmu dengan teliti.
  2. Diskusikan bersama anggota kelompokmu, termasuk ke dalam jenis norma apakah tindakan tersebut (Norma Agama, Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan, atau Norma Hukum).
  3. Tempelkan kartu kasus tersebut pada kolom tabel klasifikasi yang sesuai.
  4. Tuliskan alasan pengelompokan dan sanksi jika tindakan tersebut dilanggar pada kolom yang tersedia.

Tabel Matriks Klasifikasi Norma

NoNama / Gambar Kartu KasusKategori NormaAlasan PengelompokanSanksi Jika Dilanggar
1Menjalankan ibadah salat/sembahyang tepat waktu.Norma AgamaBerasal dari perintah Tuhan Yang Maha Esa.Dosa dan balasan di akhirat.
2Mengucapkan "Nuwon sewu" sambil membungkukkan badan saat lewat.Norma KesopananBudaya/etika lokal kesopanan masyarakat Jawa.Ditegur atau dianggap tidak sopan oleh warga.
3Mengembalikan uang kembalian belanja yang berlebih kepada pedagang.Norma KesusilaanBersumber dari hati nurani untuk jujur.Merasa bersalah dan malu jika tidak mengembalikan.
4Mengendarai sepeda motor dengan memakai helm standar SNI.Norma HukumAturan tertulis resmi dari negara/kepolisian.Ditilang dan mendapat denda hukum.
5Mencontek jawaban teman saat pelaksanaan Ujian Sekolah.....................................................................................................................
6Berbicara dengan bahasa halus (krama) kepada guru dan orang tua.....................................................................................................................

Pertanyaan Diskusi Kelompok

  1. Mengapa pelanggaran terhadap Norma Hukum memiliki sanksi yang paling tegas dibandingkan norma lainnya?

Jawaban: .....................................................................................................................................................

  1. Bagaimana perasaanmu jika melihat seseorang menerapkan budaya unggah-ungguh dengan sangat santun di sekolah?

Jawaban: .....................................................................................................................................................

Comments
0 Comments