Materi-IPAS-BAB-4-09. Aksi Penghematan dan Pelestarian Air


AKSI PENGHEMATAN DAN PELESTARIAN AIR

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 
Kelas: V (Lima)
Presentasi: Youtube | PPTX
Modul Ajar: PDF
Latihan Soal Soal PDF | Soal TKA

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan jika kran air di kamar mandi sekolah dibiarkan menetes terus-menerus selama satu bulan, berapa banyak air bersih yang terbuang sia-sia?
  2. Bagaimana cara paling menarik yang bisa kita lakukan agar teman-teman di SD Negeri 1 Wringin Anom dan warga di rumah tergerak untuk selalu menghemat air?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Air merupakan salah satu sumber daya alam biotik yang ketersediaannya dipengaruhi oleh siklus hidrologi dan aktivitas manusia. Meskipun sebagian besar bumi tertutup air, hanya sekitar 2,5% yang merupakan air tawar, dan kurang dari 1% yang dapat diakses dengan mudah untuk kebutuhan harian manusia. Pembelajaran mengenai tindakan nyata penghematan air pada jenjang SD memerlukan pendekatan konkrit-visual. Guru perlu menghubungkan konsep sains siklus air dengan aspek perilaku sehari-hari (ecoliteracy). Pendekatan PjBL berbasis media visual memungkinkan peserta didik mengonsolidasi pemahaman konseptual mereka yang masih lemah menjadi sebuah pemahaman yang mendalam melalui aksi komunikasi visual.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu? Air bersih yang mengalir di kran rumah dan sekolah kita berasal dari sumber air tanah dan sungai yang membutuhkan proses panjang untuk menjadi bersih. Jika kita membiarkan kran air menetes begitu saja, dalam satu hari ada berpuluh-puluh liter air bersih yang terbuang sia-sia!

Cara Mudah Hemat Air Sehari-hari:

  1. Tutup kran air saat sedang menggosok gigi atau menyabuni tangan.
  2. Gunakan air secukupnya saat mandi atau mencuci tangan.
  3. Laporkan segera kepada guru atau orang tua jika melihat kran air yang bocor.
  4. Gunakan sisa air minum di botolmu untuk menyiram tanaman di sekolah.

Mari kita jaga air bersih, agar lingkungan kita di Wringin Anom tetap lestari dan hijau!

MATERI PEMBELAJARAN

Penghematan Air Sehari-hari

  1. Konsep Krisis Air dan Penyebab Utama Pemborosan Air di Rumah dan Sekolah.
  2. Langkah Konkret Penghematan Air:
    • Mematikan kran saat membasuh tangan dengan sabun atau menggosok gigi.
    • Menggunakan air bekas cucian beras/sayur untuk menyiram tanaman.
    • Memperbaiki kran atau pipa yang bocor secara cepat.
    • Menggunakan gayung/penampung air secara terukur saat mandi.

Media Sosialisasi Hemat Air

  1. Jenis Media Visual:
    • Poster: Kombinasi gambar edukatif dan kalimat ajakan.
    • Stiker: Pengingat singkat yang ditempel di dekat kran air.
    • Slogan: Kalimat puitis atau tegas berisi himbauan aksi nyata.
  1. Unsur Kearifan Lokal: Mengintegrasikan nilai kebersamaan dan tradisi masyarakat daerah dalam menjaga kelestarian sumber air (seperti matun/njaga sumur).

Evaluasi Bab 4

  1. Refleksi materi siklus air, peran air bagi kehidupan, dan upaya konservasi sumber daya air.

GLOSARIUM

  1. Konservasi Air: Upaya perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan air secara bijaksana untuk menjamin ketersediaannya secara berkelanjutan.
  2. Media Sosialisasi: Alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan, informasi, atau ajakan kepada masyarakat luas.
  3. Project Based Learning (PjBL): Model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media utama untuk mencapai kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  4. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual secara mendalam, bermakna, penuh kesadaran, dan menyenangkan.
  5. Slogan: Kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk memberitahukan atau mengiklankan sesuatu.
  6. Culturally Responsive Teaching (CRT): Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan latar belakang budaya dan kearifan lokal peserta didik dalam proses belajar.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Air bersih merupakan sumber daya alam terbatas yang keberadaannya sangat bergantung pada perilaku manusia sehari-hari. Tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti mematikan kran saat tidak digunakan dan menyebarkan kesadaran hemat air, merupakan wujud tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta masa depan masyarakat lokal.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik............................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
Nomor Absen............................................................................
Tanggal............................................................................

Judul Proyek: Aksi Nyata Hemat Air - Media Sosialisasi Visual

Tujuan Kegiatan

Membuat media sosialisasi visual (poster/stiker/slogan) sebagai tindakan nyata ajakan penghematan air di lingkungan sekolah dan rumah.

Alat dan Bahan

  • Karton A3 / Kertas Stiker Polos
  • Pensil, Penghapus, Penggaris
  • Spidol Warna, Krayon, atau Pensil Warna

Langkah Kerja Kelompok

Langkah 1: Diskusi Masalah Hemat Air

Amatilah lingkungan sekolahmu! Tuliskan 2 contoh tindakan pemborosan air yang sering kalian lihat:

  1. .......................................................................................................................................................
  2. .......................................................................................................................................................

Langkah 2: Menentukan Jenis Media

Pilihlah salah satu jenis proyek sosialisasi yang akan kelompokmu buat (Beri tanda centang):

  • [ ] Poster Visual Edukatif
  • [ ] Stiker Pengingat Kran
  • [ ] Slogan Hemat Air Khas Daerah

Langkah 3: Rancangan Pesan Persuasif

Tuliskan kalimat ajakan/slogan hemat air yang akan ditulis dalam produk kalian:

"......................................................................................................................................................."

Langkah 4: Sketsa Gambar Visual

Buatlah sketsa gambar visual produk kalian pada kotak di bawah ini sebelum diwarnai pada kertas karton/stiker utama!

+-----------------------------------------------------------------------+

KOTAK SKETSA KARYA

+-----------------------------------------------------------------------+

Langkah 5: Pembagian Tugas Kelompok

  • Ketua Kelompok: ...........................................................
  • Bagian Menggambar/Sketsa: ...........................................................
  • Bagian Mewarnai: ...........................................................
  • Bagian Menulis Kalimat: ...........................................................
  • Perwakilan Presentasi: ...........................................................




Materi-IPAS-BAB-4-08. Pembuatan Daerah Resapan Air dan Reboisasi


PEMBUATAN DAERAH RESAPAN AIR DAN REBOISASI

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 
Kelas: V (Lima)
Presentasi: Youtube | PPTX
Modul Ajar: PDF
Latihan Soal Soal PDF | Soal TKA

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Saat hujan deras turun di halaman sekolah kita, ke manakah alir air yang jatuh di atas paving block dibandingkan dengan air yang jatuh di dekat pohon besar?
  2. Mengapa pada musim kemarau beberapa sumur warga di sekitar sekolah mengalami kekeringan, sedangkan area yang rindang tetap memiliki pasokan air?
  3. Bagaimana cara kita "menolong" air hujan agar bisa masuk kembali ke dalam tanah jika halaman sekolah kita sudah banyak ditutupi semen?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Pohon dan vegetasi memiliki peran sentral dalam menjaga keseimbangan hidrologi daratan. Melalui sistem perakaran yang luas, pohon menciptakan pori-pori makro yang meningkatkan laju infiltrasi tanah hingga beberapa kali lipat dibandingkan tanah lapang tanpa vegetasi. Ketika area hijau dikonversi menjadi kawasan terbangun berkepadatan tinggi dengan penutup kedap air seperti aspal dan beton, koefisien limpasan permukaan (surface runoff) meningkat drastis. Hal ini memicu dua bencana ekologis sekaligus: banjir kilat saat hujan dan penurunan muka air tanah (aquifer depletion) saat kemarau.

Teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB), yang digagas oleh Dr. Kamir R. Brata, merupakan solusi teknologis tepat guna berbasis ekologi. LRB memanfaatkan aktivitas fauna tanah (seperti cacing tanah dan rayap) serta akar tanaman. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang menjadi sumber makanan bagi fauna tanah. Saat fauna tersebut bergerak mencari makanan, mereka membentuk lorong-lorong kecil di dalam tanah yang disebut biopori. Lorong-lorong ini secara signifikan meningkatkan luas permukaan resapan air dan mempercepat aliran air masuk ke dalam akuifer tanah. Integrasi kearifan lokal seperti penggunaan sumur resapan tradisional berisikan material alami lokal (ijuk, batu koral, arang batok kelapa) memperkuat fungsi filtrasi fisik dan biologis air sebelum masuk kembali ke dalam kantong air tanah.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu, mengapa pohon sering disebut sebagai "penjaga air bumi"?

Pohon memiliki akar yang menjalar luas di dalam tanah. Akar-akar ini seperti jemari raksasa yang mencengkeram tanah dan membuat lubang-lubang kecil tersembunyi. Saat hujan turun, air tidak langsung mengalir begitu saja di permukaan bumi. Akar pohon membantu menyerap air hujan dan menuntunnya masuk jauh ke bawah tanah. Air yang tersimpan di bawah tanah inilah yang kita ambil kembali melalui sumur saat kita membutuhkan air bersih!

Bagaimana jika halaman sekolah kita sudah ditutup paving atau semen?

Jangan khawatir! Kita bisa membuat "Pohon Buatan" sederhana yang disebut Lubang Biopori. Lubang Biopori adalah lubang kecil yang kita gali tegak lurus ke dalam tanah, lalu kita beri pipa berlubang dan diisi dengan daun-daun kering. Cacing-cacing tanah sangat menyukai daun kering tersebut! Saat cacing makan dan berjalan-jalan di sekitar lubang, mereka akan membuat jalan-jalan kecil (pori-pori biologi) di dalam tanah. Lewat jalan kecil buatan cacing itulah, air hujan bisa meresap cepat ke dalam tanah, sehingga halaman sekolah kita tidak lagi banjir dan cadangan air sumur kita tetap melimpah!

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Air Tanah dan Infiltrasi

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Proses masuknya air hujan ke dalam tanah disebut infiltrasi. Kecepatan infiltrasi dipengaruhi oleh porositas tanah, penutupan vegetasi, dan tingkat kemiringan lahan.

Peran Pohon dalam Siklus Air

Akar pohon berfungsi sebagai penahan struktur tanah dan menciptakan pori-pori makro di dalam tanah. Pori-pori ini menjadi jalur navigasi air untuk meresap lebih dalam hingga mencapai akuifer (lapisan pembawa air). Daun pohon juga menahan jatuhan air hujan langsung sehingga mengurangi erosi tanah.

Teknologi Biopori dan Sumur Resapan Buatan

Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekitar 80-100 cm. Lubang ini diisi dengan sampah organik yang memicu aktivitas organisme tanah seperti cacing dan akar tanaman. Organisme tersebut membuat pori-pori biologi (biopori) di dalam tanah yang meningkatkan kapasitas resapan air secara drastis.

Kearifan Lokal Sumur Resapan

Masyarakat lokal Wringin Anom memiliki tradisi pembuatan "Galian Resapan" tradisional di sekitar pekarangan rumah. Konsep ini memadukan susunan batu kali, ijuk, dan arang untuk menyaring air limbah domestik non-kimia dan air hujan agar kembali bersih saat masuk ke air tanah.

GLOSARIUM

  1. Infiltrasi: Proses masuknya air hujan dari permukaan tanah ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah.
  2. Biopori: Pori-pori berbentuk liang/terowongan kecil di dalam tanah yang dibentuk oleh aktivitas organisme tanah (cacing tanah, akar tanaman) atau akibat pembuatan lubang resapan biopori.
  3. Air Tanah: Air yang berada di bawah permukaan tanah pada ruang pori batuan atau tanah (akuifer).
  4. Limpasan Permukaan (Runoff): Air hujan yang tidak dapat meresap ke dalam tanah dan mengalir di atas permukaan bumi menuju sungai atau saluran air.
  5. Aquifer (Akuifer): Lapisan batuan atau tanah di bawah permukaan bumi yang mengandung dan mengalirkan air tanah.
  6. Betonisasi: Pengerasan permukaan tanah menggunakan semen, beton, atau paving block yang menutup pori-pori tanah alami.
  7. Vegetasi: Kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan yang tumbuh pada suatu wilayah tertentu.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Pohon dan tanah merupakan sistem penyaring dan penyimpan air alami yang sangat vital bagi kehidupan. Pembetonan area sekolah dan pemukiman mengurangi daerah resapan air yang berakibat pada banjir lokal dan krisis air bersih saat musim kemarau. Pembuatan teknologi sederhana seperti lubang biopori dan sumur resapan buatan dapat meniru fungsi alami akar pohon dalam mengalirkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air tanah tetap terjaga demi kelangsungan hidup generasi mendatang.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Kelompok
Anggota Kelompok1.
2.
3.
4.
5.
Kelas / FaseV / C
Tanggal Pelaksanaan

Judul Proyek

Rancangan Solusi Resapan Air Buatan (Biopori) Sekolahku

Tujuan Aktivitas

Mengonsepkan bentuk resapan air buatan (biopori/sumur resapan) yang efektif untuk menjaga pasokan air tanah dan mengurangi genangan air di SD Negeri 1 Wringin Anom.

Alat dan Bahan

  1. Kertas Gamabr A3
  2. Pensil, Penggaris, dan Penghapus
  3. Pensil Warna / Spidol Warna
  4. Panduan Visual Gambar Biopori

Petunjuk Kerja

  1. Amatilah masalah genangan air yang ada di sekitar sekolah atau pada tayangan Smart TV!
  2. Diskusikan bersama kelompokmu: Di manakah letak lokasi yang paling membutuhkan lubang resapan air buatan?
  3. Buatlah gambar sketsa rancangan daerah resapan air buatan (Lubang Biopori atau Sumur Resapan Buatan).
  4. Berilah keterangan pada setiap bagian gambar kamu, meliputi:
    • Kedalaman lubang resapan.
    • Bahan penyaring yang dimasukkan (daun kering/batu koral/ijuk/arang).
    • Alur masuknya air hujan dari permukaan ke dalam tanah.
  1. Persiapkan kelompokmu untuk mempresentasikan hasil gambar di depan kelas!

Ruang Gambar Rancangan Desain

(Gambarkan sketsa rancangan kelompokmu di bawah ini lengkap dengan warna dan keterangan bagian-bagiannya)

Pertanyaan Analisis Proyek

  1. Mengapa kelompokmu memilih bentuk dan bahan resapan air tersebut? Jelaskan alasaannya!
  1. Bagaimana cara kerja sampah organik di dalam lubang biopori dalam membantu air meresap lebih cepat ke tanah?
  1. Apa keunggulan dari pohon dibandingkan dengan beton/paving dalam menjaga ketersediaan air tanah di musim kemarau?