Materi-IPAS-BAB-4-09. Aksi Penghematan dan Pelestarian Air


AKSI PENGHEMATAN DAN PELESTARIAN AIR

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 
Kelas: V (Lima)
Presentasi: Youtube | PPTX
Modul Ajar: PDF
Latihan Soal Soal PDF | Soal TKA

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang akan terjadi pada kehidupan sehari-hari kita jika kran air di rumah dan sekolah tidak mengeluarkan air selama tiga hari berturut-turut?
  2. Mengapa kita sering melihat air terbuang sia-sia di sekitar kran sekolah, padahal di daerah lain ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih?
  3. Karya visual seperti apa yang dapat kita buat untuk mengajak teman-teman dan keluarga agar terbiasa mematikan kran air setelah digunakan?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Air adalah salah satu sumber daya alam yang mengalami ancaman penurunan kualitas dan kuantitas akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim. Pembelajaran pelestarian air di tingkat SD Fase C bertujuan untuk membentuk ekoliterasi (kesadaran lingkungan). Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) memfasilitasi siswa untuk tidak hanya sekadar tahu (kognitif), tetapi juga merasakan pentingnya air (afektif) dan mampu melakukan tindakan nyata (psikomotorik). Model Design Thinking membantu siswa mengkonstruksi pemecahan masalah secara berurutan: mulai dari berempati pada lingkungan sekitar, mendefinisikan masalah pemborosan air, menemukan ide solusi, merancang produk edukasi visual, hingga mengujinya di lingkungan sekolah.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu? Air bersih yang kita gunakan untuk minum, mandi, dan mencuci jumlahnya sangat sedikit di bumi ini. Sebagian besar air di bumi adalah air asin di laut. Jika kita membiarkan kran air menetes terus-menerus, ratusan liter air bersih akan terbuang sia-sia. Padahal, di tempat lain, banyak anak-anak yang harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan satu ember air bersih. Kita bisa menjadi Pahlawan Penyelamat Air dengan cara yang mudah! Cukup matikan kran air dengan rapat setelah digunakan, gunakan air secukupnya saat mencuci tangan, dan ingatkan teman serta keluarga melalui poster atau stiker kreatif yang kita buat!

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian dan Pentingnya Pelestarian Air

Air merupakan kebutuhan primer seluruh makhluk hidup. Meskipun 71% permukaan bumi tertutup air, hanya sekitar 2,5% yang merupakan air tawar, dan sebagian besar terperangkap dalam bentuk es. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih yang siap konsumsi sangat terbatas.

Fenomena Pemborosan Air di Sekolah dan Rumah

  1. Membiarkan kran air menetes atau terbuka saat menyabuni tangan atau menggosok gigi.
  2. Menggunakan air selang berlebihan saat membersihkan halaman atau kendaraan.
  3. Mengabaikan pipa atau kran air yang bocor di area wudhu atau kamar mandi sekolah.

Aksi Nyata Hemat Air

  1. Mematikan kran air dengan rapat segera setelah selesai digunakan.
  2. Menggunakan penampung air saat mencuci tangan atau peralatan.
  3. Memanfaatkan kembali air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman.
  4. Memasang media edukasi visual (stiker/poster) dekat titik-titik penggunaan air.

Integrasi Kearifan Lokal

Masyarakat di daerah Jawa Timur memiliki tradisi pemeliharaan sumber mata air yang mengajarkan penghormatan terhadap alam. Nilai lokal ini diintegrasikan dalam pembelajaran melalui prinsip "Jogo Banyu" (Menjaga Air) sebagai wujud tanggung jawab sosial bersama.

GLOSARIUM

  1. Desain Visual: Tampilan grafis berupa gambar, warna, dan tulisan yang dirancang untuk menyampaikan pesan edukasi secara menarik.
  2. Design Thinking: Model pembelajaran berbasis pemecahan masalah yang berfokus pada kebutuhan manusia melalui tahapan empati, definisi masalah, pencetusan ide, pembuat purwawujud, dan uji coba.
  3. Ekoliterasi: Pemahaman dan kesadaran mendalam manusia tentang prinsip-prinsip ekologi serta keberlanjutan lingkungan hidup.
  4. Konservasi Air: Upaya pemeliharaan, perlindungan, dan penggunaan air secara bijaksana untuk menjamin ketersediaannya.
  5. Prototipe: Bentuk awal atau purwawujud dari suatu produk media yang dirancang sebelum difungsikan secara luas.
  6. Slogan: Kalimat singkat, menarik, dan mudah diingat yang digunakan untuk memberitahukan atau mengoperasikan ajakan positif.

pemahaman bermakna

Air bersih merupakan sumber daya alam terbatasi yang sangat vital bagi kehidupan. Tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu dalam menghemat air di rumah dan sekolah memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan lingkungan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di masa depan.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Lembar Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Kelompok / Peserta Didik..........................................................................
KelasV (Lima)
No. Absen..........................................................................
Tanggal Pelaksanaan..........................................................................

Judul Kegiatan

Aksi Nyata Pelestarian Air: Proyek Media Edukasi Hemat Air

Tujuan Kegiatan

  1. Mengidentifikasi lokasi dan penyebab pemborosan air di sekolah/rumah.
  2. Merancang media edukasi visual (Poster / Stiker / Slogan) untuk mengajak kebiasaan hemat air.

Tahapan Kerja (Design Thinking)

Langkah 1: Tahap Empati dan Masalah (Empathize & Define)

Diskusikan dengan kelompokmu dan jawablah pertanyaan di bawah ini:

  1. Tuliskan 2 contoh tindakan pemborosan air yang pernah kamu lihat di sekolah atau rumah!
    • Contoh 1: ........................................................................................................................................
    • Contoh 2: ........................................................................................................................................
  1. Mengapa tindakan pemborosan air tersebut berbahaya bagi kehidupan kita?

Jawab: ..............................................................................................................................................

Langkah 2: Tahap Pencetus Ide (Ideate)

Pilihlah satu jenis media visual yang akan dibuat kelompokmu:

( Beri tanda centang pada salah satu opsi )

[ ] Poster Edukasi Hemat Air

[ ] Stiker Peringatan Kran Air

[ ] Slogan Kampanye "Jogo Banyu"

Tuliskan rancangan kalimat ajakan utama yang akan dimuat dalam mediamu:

Kalimat Ajakan: "......................................................................................................................................"

Langkah 3: Tahap Purwawujud Karya (Prototype)

Buatlah sketsa dan gambar karya visual kalian pada kotak di bawah ini secara kreatif! Gunakan warna agar menarik!

+---------------------------------------------------------------------------------+

AREA SKETSA / DESAIN KARYA VISUAL

+---------------------------------------------------------------------------------+

Langkah 4: Rencana Uji Coba dan Aksi Nyata (Test & Action)

Di manakah media visual buatan kelompokmu ini akan dipasang agar dibaca oleh banyak orang?

  1. Lokasi di Sekolah: ..................................................................................................................
  2. Lokasi di Rumah: .....................................................................................................................

Materi-IPAS-BAB-4-08. Pembuatan Daerah Resapan Air dan Reboisasi


PEMBUATAN DAERAH RESAPAN AIR DAN REBOISASI

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 
Kelas: V (Lima)
Presentasi: Youtube | PPTX
Modul Ajar: PDF
Latihan Soal Soal PDF | Soal TKA

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa di beberapa bagian halaman sekolah kita terdapat genangan air saat hujan deras turun?
  2. Apa yang akan terjadi pada cadangan air sumur di sekitar kita jika seluruh permukaan tanah tertutup oleh semen dan aspal?
  3. Bagaimana cara kita meniru cara kerja akar pohon dalam menyerap air ke dalam tanah menggunakan bahan-bahan sederhana di sekitar kita?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Pentingnya Pengelolaan Air Tanah dan Ekosistem Sekolah:

Air tanah merupakan sumber daya alam yang vital bagi keberlangsungan hidup. Urbanisasi dan pembangunan sarana fisik sekolah sering kali tidak mengindahkan azas konservasi tanah dan air. Penutupan tanah dengan lapisan kedap air (impermeable) seperti beton mengurangi secara drastis volume air yang masuk ke dalam tanah (infiltrasi). Akibatnya, terjadi peningkatan limpasan permukaan (surface run-off) yang berujung pada erosi tanah dan banjir lokal. Lubang Resapan Biopori (LRB) yang digagas oleh Dr. Kamir R. Brata merupakan teknologi tepat guna yang memanfaatkan aktivitas fauna tanah dan akar tanaman untuk membentuk pori-pori alami di dalam tanah. Integrasi antara pembuatan biopori/sumur resapan dengan penanaman vegetasi (reboisasi) adalah pendekatan holistik terbaik dalam mitigasi bencana banjir dan kekeringan skala mikro.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah Kamu Kemana Air Hujan Pergi?

Ketika hujan turun, air akan membasahi bumi. Sebagian air mengalir di atas tanah menuju sungai dan laut, dan sebagian lagi meresap masuk ke dalam tanah. Air yang masuk ke dalam tanah ini disimpan oleh tanah dan disimpan oleh akar-akar pohon sebagai cadangan air minum kita saat musim kemarau!

Namun, jika tanah di sekolah atau rumah kita ditutupi semen, air hujan tidak bisa masuk ke dalam tanah. Air tersebut akan menggenang dan bisa menyebabkan banjir!

Bagaimana cara membantunya? Kita bisa membuat Lubang Biopori dan Sumur Resapan! Lubang biopori adalah lubang kecil yang dibuat di tanah dan diisi dengan sampah daun kering. Daun kering ini akan diolah oleh cacing tanah menjadi lorong-lorong kecil. Melalui lorong inilah air hujan bisa masuk ke dalam tanah dengan sangat cepat! Menanam pohon kembali (reboisasi) juga membuat tanah semakin kuat menyerap air. Ayo kita jaga air tanah kita!

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Resapan Air dan Infiltrasi

Infiltrasi adalah proses masuknya air hujan ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Kecepatan infiltrasi dipengaruhi oleh vegetasi (pohon/tanaman), struktur tanah, dan tingkat kerapatan permukaan tanah.

Dampak Alih Fungsi Lahan dan Pentingnya Reboisasi

Ketika permukaan tanah ditutupi oleh beton, konblok, atau aspal, limpasan permukaan (run-off) meningkat drastis, menyebabkan erosi dan banjir. Reboisasi atau penanaman kembali vegetasi berfungsi memperbesar pori-pori tanah melalui jalur akar, memperlambat arus air permukaan, dan meningkatkan volume air yang terserap.

Teknik Resapan Buatan Berbasis Kearifan Lokal

  1. Lubang Resapan Biopori (LRB): Lubang silindris tegak lurus ke dalam tanah yang diisi sampah organik untuk memicu aktivitas organisme tanah (seperti cacing) yang membuat pori-pori mikroskopis.
  2. Sumur Resapan Tradisional/Lokal: Dinding sumur yang dilapisi batu kali, ijuk, kerikil, dan arang kayu yang memfasilitasi penyerapan air hujan dari atap bangunan langsung ke akuifer tanah dangkal.

GLOSARIUM

  1. Infiltrasi: Proses masuknya air dari permukaan tanah ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah.
  2. Biopori: Lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air untuk menampung air hujan dan mengurangi genangan.
  3. Sumur Resapan: Rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat menyerupai bentuk sumur dengan kedalaman tertentu untuk menampung dan meresapkan air hujan ke dalam tanah.
  4. Reboisasi: Penanaman kembali hutan atau area tanah yang gundul/kosong dengan tanaman keras agar fungsi lingkungan kembali pulih.
  5. Limpasan Permukaan (Run-off): Air hujan yang mengalir di atas permukaan tanah dan tidak meresap ke dalam tanah.
  6. Akuifer: Lapisan di bawah permukaan tanah yang mengandung dan mengalirkan air.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Air hujan yang jatuh ke bumi merupakan bagian dari siklus alam yang harus dialirkan kembali ke dalam tanah melalui proses infiltrasi. Pembangunan struktur buatan dan penutupan vegetasi dapat menghambat proses tersebut. Dengan merancang sistem resapan air buatan (seperti lubang biopori dan sumur resapan lokal) serta melakukan reboisasi, manusia dapat membantu menjaga ketersediaan air tanah, mencegah banjir, dan melestarikan ekosistem lingkungan sekitar sekolah secara berkelanjutan.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Lembar Kerja Peserta Didik: Perancangan Resapan Air Buatan Sekolah

LabelIsi
Nama Anggota Kelompok1. .....................................................
2. .....................................................
3. .....................................................
4. .....................................................
5. .....................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
No. Absen.....................................................
Tanggal.....................................................

Judul Proyek

Rancangan Sketsa Resapan Air Buatan dan Reboisasi Lingkungan Sekolah

Tujuan Kegiatan

  1. Mengidentifikasi masalah genangan air di area sekolah.
  2. Merancang konsep bentuk resapan air buatan (biopori/sumur resapan) berbasis kearifan lokal.
  3. Menyusun susunan material filter alami yang efektif untuk menyerap air hujan.

Langkah Kerja

  1. Amatilah tayangan materi pada Smart TV dan kondisi lingkungan sekolah di luar kelas.
  2. Tentukan lokasi di sekolah yang paling membutuhkan bantuan daerah resapan air.
  3. Diskusikan bersama kelompokmu, bentuk resapan buatan apa yang paling cocok dibuat (Lubang Resapan Biopori atau Sumur Resapan Lokal).
  4. Gambarkan sketsa rancangan bentuk resapan air buatan tersebut pada kotak gambar di bawah ini.
  5. Berilah keterangan (label) pada setiap bagian gambar, meliputi:
    • Kedalaman/ukuran lubang
    • Jenis tanaman di sekitar (upaya reboisasi)
    • Susunan lapisan penyaring (misal: batu, kerikil, ijuk, arang, sampah organik)
  1. Tuliskan alasan mengapa kelompokmu memilih desain tersebut!

Area Lembar Kerja Visual (Kotak Gambar Sketsa Desain)

(Gambarkan sketsa rancangan kelompokmu di sini secara rapi dan berikan warna)

Analisis Rancangan Desain

  1. Lokasi penempatan resapan air di sekolah:

......................................................................................................................................................

  1. Mengapa lokasi tersebut dipilih?

......................................................................................................................................................

  1. Tuliskan susunan bahan penyaring yang digunakan dari lapisan paling atas hingga dasar:

a. Lapisan 1 (Paling Atas) : ........................................................................................................

b. Lapisan 2 : ...................................................................................................................................

c. Lapisan 3 : ...................................................................................................................................

d. Lapisan 4 (Paling Dasar): ........................................................................................................

  1. Jenis tanaman apa yang akan ditanam di sekitar resapan (reboisasi) untuk membantu menyerap air?

......................................................................................................................................................

  1. Bagaimana cara kearifan lokal daerah kita dimanfaatkan dalam rancangan ini?

......................................................................................................................................................