Materi-KKA-BAB 2-09 Asesmen Sumatif BAB 2 & Refleksi Keamanan


ASESMEN SUMATIF BAB 2 DAN REFLEKSI KEAMANAN

Mata Pelajaran: Koding dan Kecerdasan Artifisial 
Kelas: V (Lima)
Modul Ajar: PDF
Presentasi: Youtube | PPTX
Rangkuman:  Catatan Materi
Latihan Soal:  Soal TKA | Soal Olympiade

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika komputer diibaratkan seperti tubuh manusia, bagian mana yang menjadi mata, otak, dan tangannya?
  2. Apa yang akan terjadi jika kamu memberikan kunci kamarmu kepada orang asing yang baru kamu kenal di pinggir jalan? Apakah membagikan kata sandi akun di internet sama bahayanya?
  3. Bagaimana adat sopan santun (unggah-ungguh) yang biasa kita lakukan di desa Wringin Anom dapat diterapkan saat kita mengirim pesan atau berkomentar di media sosial?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Komputer merupakan sebuah sistem pemrosesan elektronik yang bekerja berdasarkan prinsip Input, Process, Output, dan Storage (IPOS). Dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar, analogi konkret sangat diperlukan untuk menghindari miskonsepsi antara perangkat keras luar (peripheral) dengan unit pemroses inti (CPU). Selain pemahaman perangkat, aspek yang kini menjadi urgensi nasional adalah ketahanan siber usia dini. Berdasarkan studi literasi digital, anak-anak sekolah dasar rentan terhadap rekayasa sosial (social engineering) karena tingginya rasa percaya terhadap figur di dunia maya. Integrasi kearifan lokal seperti 'unggah-ungguh' (etika komunikasi) dan 'sarekat' (kehati-hatian berbasis kewaspadaan diri) dari tradisi Jawa terbukti efektif menjadi jembatan pedagogis untuk membumikan konsep etika siber ke dalam kesadaran afektif siswa.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu bagaimana gawai atau komputer bekerja? Gawai bekerja seperti tubuh kita. Papan ketik (keyboard) dan kamera bekerja seperti indra kita yang menerima masukan (input). Otak komputer (prosesor) bertugas berpikir untuk mengolah masukan tersebut. Lalu, layar monitor atau speaker menampilkan hasilnya kepada kita sebagai luaran (output).

Di internet, kita bisa bermain dan belajar banyak hal menyenangkan. Namun, kita harus ingat pesan para sesepuh kita untuk selalu "sarekat" alias waspada dan berhati-hati. Jangan pernah membagikan nama lengkap orang tua, alamat rumah, sekolah, maupun kata sandi rahasiamu kepada siapa pun di internet. Selain itu, terapkan selalu "unggah-ungguh" atau sopan santun saat mengetik pesan. Gunakan bahasa yang baik, hargai temanmu, dan jangan mengejek orang lain di media sosial.

MATERI PEMBELAJARAN

Review Sistem Komputer dan Alur IPO

  1. Perangkat Keras (Hardware): Komponen fisik yang dapat dilihat dan diraba (contoh: keyboard, scanner, mouse sebagai input; CPU dan RAM sebagai pemroses; monitor, printer, speaker sebagai output).
  2. Perangkat Lunak (Software): Program atau instruksi yang menjalankan perangkat keras (contoh: sistem operasi, program pengolah kata, peramban web).
  3. Alur Kerja IPO: Masukan (Input) berupa data yang dimasukkan, Pemrosesan (Process) oleh unit pengolah data, dan Luaran (Output) berupa informasi yang disajikan kepada pengguna.

Keamanan Informasi dan Data Pribadi

  1. Data Pribadi Sensitif: Nama lengkap orang tua, nomor induk kependudukan, kata sandi, alamat rumah, swafoto kartu identitas, dan lokasi langsung (live location).
  2. Ancaman Daring: Penipuan daring (phishing), pembajakan akun, perundungan siber (cyberbullying), serta pencurian identitas.

Integrasi Nilai Kearifan Lokal

Konsep Sarekat (sikap waspada, teliti, dan berhati-hati sebelum bertindak) dan Unggah-Ungguh (tata krama dan etika kesantunan berbicara). Dalam konteks digital, nilai ini diwujudkan melalui prinsip "Saring sebelum Berbagi", tidak berkata kasar di ruang digital, serta menjaga batas rahasia diri dan keluarga.

GLOSARIUM

  1. Brainware: Manusia yang mengoperasikan, mengendalikan, dan menggunakan perangkat komputer.
  2. Cyberbullying: Tindakan perundungan, pelecehan, atau ejekan yang dilakukan secara sengaja melalui media digital.
  3. Hardware (Perangkat Keras): Seluruh komponen fisik dari komputer yang dapat dilihat, disentuh, dan diraba secara langsung.
  4. Input Device (Perangkat Masukan): Alat yang berfungsi memasukkan data atau perintah ke dalam komputer untuk diproses.
  5. Output Device (Perangkat Luaran): Alat yang berfungsi menampilkan atau mengeluarkan hasil pengolahan data yang dilakukan komputer.
  6. Phishing: Upaya penipuan digital untuk mengelabui korban agar memberikan informasi sensitif seperti kata sandi dan data pribadi.
  7. Sarekat: Nilai kearifan lokal yang menekankan sikap teliti, waspada, dan penuh kehati-hatian dalam bertindak agar tidak celaka.
  8. Software (Perangkat Lunak): Sekumpulan data elektronik atau program komputer yang mengatur perangkat keras agar dapat bekerja.
  9. Unggah-Ungguh: Norma kesopanan, tata krama, dan etika kesantunan dalam berperilaku serta bertutur kata menurut budaya Jawa.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Teknologi komputer bekerja atas keterpaduan perangkat keras dan instruksi perangkat lunak melalui alur kerja masukan-proses-luaran yang terstruktur. Keberadaan teknologi menuntut manusia untuk menjadi pengguna yang bijak. Informasi pribadi adalah privasi berharga yang harus dijaga layaknya menjaga pintu rumah; kehati-hatian serta kesantunan dalam berinteraksi daring merupakan cerminan karakter luhur yang melindungi diri dan orang lain dari bahaya siber.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Peserta Didik
KelasV (Lima)
Nomor Absen
Tanggal Pelaksanaan

Bagian 1: Asesmen Sumatif BAB 2

Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang pada huruf A, B, C, atau D.

  1. Di bawah ini yang merupakan kelompok perangkat masukan (input device) pada komputer adalah:

A. Monitor, Speaker, dan Printer

B. Keyboard, Mouse, dan Scanner

C. CPU, Harddisk, dan RAM

D. Proyektor, Flashdisk, dan Headphone

  1. Perhatikan alur berikut: Data Nilai Siswa dimasukkan melalui papan tik -> Komputer menghitung nilai rata-rata -> Nilai rata-rata muncul di layar Smart TV. Tahap "menghitung nilai rata-rata" dalam alur komputasi disebut:

A. Input

B. Process

C. Output

D. Storage

  1. Manakah di bawah ini yang merupakan contoh perangkat lunak (software) sistem operasi?

A. Mouse optik

B. Microsoft Windows

C. Kabel HDMI

D. Smart TV

  1. Saat berselancar di internet, manakah data di bawah ini yang BOLEH dibagikan secara terbuka kepada umum?

A. Nama ibu kandung

B. Alamat lengkap rumah dan nomor kamar

C. Judul buku cerita kegemaran

D. Kata sandi akun belajar

  1. Seseorang mengirimkan pesan tautan asing di gawai dan meminta kode rahasia yang dikirimkan lewat SMS. Sikap yang mencerminkan budaya "sarekat" (hati-hati) adalah:

A. Langsung mengklik tautan karena penasaran

B. Mengabaikan, menghapus pesan, dan memberitahukan kepada guru atau orang tua

C. Membagikan tautan tersebut ke grup WhatsApp kelas

D. Mengirimkan kode rahasia tersebut agar mendapat hadiah


Petunjuk Uraian: 

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.

  1. Jelaskan perbedaan mendasar antara perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) beserta masing-masing dua contohnya yang ada di ruang kelasmu.

Jawaban:

  1. Mengapa kita harus menerapkan norma kesopanan (unggah-ungguh) saat berkomentar di media digital atau media sosial? Berikan dua contoh perilaku santun tersebut.

Jawaban:

Bagian 2: Lembar Proyek Refleksi Keamanan Digital

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu tugas di bawah ini sesuai minatmu (Centang salah satu):

[ ] Opsi A: Poster Visual "Internet Aman & Waspada Data"

[ ] Opsi B: Teks Piagam "Komitmen Unggah-Ungguh Digital Wringin Anom"

  1. Buatlah karya terbaikmu pada kotak lembar kerja yang disediakan di bawah ini dengan rapi, indah, dan bermakna.

Lembar Ruang Kreasi Proyek:

`

[ ]

[ ]

[ KOTAK KREASI POSTER / TEKS KOMITMEN ]

[ (Gunakan Warna & Tulisan Rapi) ]

[ ]

[ ]

[ ]

[ ]

[ ]

[ ]

[ ]

[ ]

`




Materi-KKA-BAB 2-08 Tip Praktis Keamanan Digital & Kata Sandi Kuat


TIP PRAKTIS KEAMANAN DIGITAL DAN KATA SANDI KUAT

Mata Pelajaran: Koding dan Kecerdasan Artifisial 
Kelas: V (Lima)
Modul Ajar: PDF
Presentasi: Youtube | PPTX
Rangkuman:  Catatan Materi
Latihan Soal:  Soal TKA | Soal Olympiade

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat seseorang memamerkan tiket perjalanan, kartu keluarga, atau nomor telepon di status media sosial? Menurut kalian, apa bahaya di balik tindakan tersebut?
  2. Jika sebuah gembok sepeda kuncinya hanya berupa angka 0-0-0-0, apakah sepeda kalian aman dari pencuri? Bagaimana jika gembok tersebut memiliki kunci rahasia yang rumit?
  3. Mengapa orang tua dan leluhur kita selalu mengajarkan sifat sarekat (kehati-hatian) sebelum kita melangkah ke luar rumah? Bagaimana cara menerapkannya di internet?

BAHAN BACAAN

Lembar Bacaan Peserta Didik: Menjadi Pendekar Siber yang Cermat

Hai Anak Hebat Indonesia! Tahukah kamu bahwa internet itu seperti alun-alun kota yang sangat luas dan ramai? Di alun-alun, kita bisa bermain, menonton pertunjukan, dan bertemu banyak orang dari berbagai tempat. Tapi bayangkan, apakah kamu akan berteriak mengumumkan alamat rumah, nomor tabungan, dan kunci lemari kamarmu kepada orang-orang asing yang lewat di alun-alun? Tentu tidak, bukan?

Itulah yang disebut dengan data pribadi. Di dunia digital, kamu harus menjadi anak yang memiliki sifat sarekat, yaitu teliti, cermat, dan waspada. Jangan pernah membagikan foto kartu identitas, lokasi rumahmu saat itu juga, atau tiket perjalanan ke internet. Selain itu, kamu wajib mengunci akun digitalmu dengan "gembok ajaib" yang disebut kata sandi kuat. Kata sandi kuat tidak boleh memakai tanggal lahirmu! Buatlah dari kalimat rahasia yang dicampur dengan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol keren seperti tanda seru (!) atau tagar (#). Ingat pula tata krama unggah-ungguh: hargai privasi temanmu dan jangan pernah menyebarkan pesan yang memalukan orang lain.

Lembar Bacaan Pendidik: Kerangka Pedagogis Literasi Keamanan Digital Fase C

Mendidik anak usia sekolah dasar (Fase C) mengenai keamanan informasi digital memerlukan pendekatan konkret-kontekstual. Perkembangan kognitif anak usia 10-12 tahun berada pada tahap transisi dari operasional konkret menuju operasional formal awal (Piaget). Oleh karena itu, konsep abstrak seperti enkripsi, algoritma keamanan, dan kerentanan data siber tidak dapat diajarkan secara teoritis matematis murni. Konsep tersebut harus diterjemahkan menjadi analogi visual fisik (seperti kunci pintu, brankas rahasia, jendela rumah).

Penerapan kearifan lokal seperti ungkapan Jawa "sarekat" (berasal dari kata kehati-hatian, teliti, awas) menjembatani norma sosiokultural yang telah mereka serap dari orang tua dengan literasi teknologi global. Selain itu, guru harus mewaspadai bias digital nativity, yakni anggapan keliru bahwa anak yang mahir menggeser layar ponsel pintar secara otomatis memahami risiko privasi data. Penelitian literasi media menunjukkan anak-anak justru rentan terhadap bujukan rekayasa sosial (oversharing) karena tingginya dorongan untuk mendapatkan pengakuan sosial (likes dan views). Pendekatan Practical Workshop memberikan ruang safe trial-and-error di mana siswa mempraktikkan langsung hygiene siber (cyber hygiene) sejak dini dalam ekosistem yang terkendali dan menyenangkan.

MATERI PEMBELAJARAN

Keamanan Informasi Pribadi (Data Privasi)

Data pribadi terbagi menjadi dua kategori:

  1. Data Publik: Nama lengkap, hobi umum, prestasi sekolah yang diumumkan resmi, dan karya kreasi seni.
  2. Data Sensitif/Privat: Alamat rumah detail, nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon orang tua, nama ibu kandung, lokasi keberadaan langsung (live location), serta kata sandi akun. Membagikan data privat dapat memicu kejahatan siber seperti peretasan, rekayasa sosial (social engineering), hingga penipuan daring.

Anatomi Kata Sandi Kuat

Kata sandi yang tangguh memiliki kriteria terukur:

  1. Panjang minimal 8 hingga 12 karakter.
  2. Kombinasi 4 unsur: Huruf kapital (A-Z), huruf kecil (a-z), angka numerik (0-9), dan simbol khusus (@, #, $, %, !, *).
  3. Bukan data pribadi yang mudah ditebak (bukan tanggal lahir, bukan nama panggilan, bukan nama peliharaan).
  4. Teknik Passphrase (Kalimat Sandi): Mengubah kalimat yang mudah diingat menjadi susunan karakter acak. Contoh kalimat: "Sapi Makan Rumput Hijau 2 Kali!" diubah menjadi "SmRh2K!*".

Integrasi Nilai Kearifan Lokal

  1. Sarekat: Sikap kehati-hatian, kecermatan, dan ketelitian tingkat tinggi sebelum membagikan informasi apapun di internet (saring sebelum sharing).
  2. Unggah-ungguh: Etika kesantunan dalam berkomunikasi di ruang maya, tidak menyebarkan aib diri sendiri maupun orang lain, serta menghormati batas wilayah privat orang lain.

GLOSARIUM

  1. Barcode: Kode batang visual yang menyimpan data digital yang dapat dibaca oleh pemindai optik.
  2. Data Pribadi Sensitif: Informasi spesifik yang berkaitan langsung dengan identitas pribadi seseorang yang jika bocor dapat menimbulkan kerugian fisik, finansial, atau kejahatan identitas.
  3. Jejak Digital (Digital Footprint): Rekam jejak elektronik yang tertinggal setelah seseorang melakukan aktivitas di internet, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
  4. Karakter Khusus (Simbol): Tanda baca atau simbol grafis pada papan tombol di luar alfabet dan angka, seperti @, #, $, %, &, *, dan tanda seru.
  5. Mnemonik: Teknik atau strategi menghafal dan mengingat informasi dengan cara mengaitkan huruf depan sebuah kalimat menjadi rangkaian kata atau kode baru.
  6. Passphrase: Serangkaian kata atau kalimat bermakna yang digabungkan dan dimodifikasi untuk membentuk proteksi kata sandi dengan keamanan lebih tinggi dibandingkan satu kata tunggal.
  7. Phishing: Praktik penipuan digital dengan cara memancing korban agar memberikan data rahasia seperti nama akun dan kata sandi melalui tautan atau pesan tipuan.
  8. Sarekat: Falsafah kehati-hatian, kecermatan, kewaspadaan penuh, dan ketelitian sikap dalam melangkah guna menghindari marabahaya.
  9. Social Engineering (Rekayasa Sosial): Trik manipulasi psikologis yang memperdaya manusia agar bersedia membocorkan informasi rahasia miliknya secara sukarela.
  10. Unggah-ungguh: Norma tata krama, etika kesopanan, dan kesantunan bertingkah laku serta bertutur kata yang bersumber dari budaya luhur.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Dunia digital adalah ruang publik tanpa dinding pembatas. Menjaga kerahasiaan informasi pribadi dan membuat kata sandi yang kuat diibaratkan seperti mengunci pintu rumah dengan gembok yang kokoh serta menjaga sopan santun saat bertamu ke lingkungan orang lain. Sikap sarekat (hati-hati dan waspada) menjaga keselamatan diri sendiri, sedangkan unggah-ungguh menjaga keharmonisan hubungan sosial di dunia nyata maupun dunia maya.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik............................................................
KelasV (Lima)
Nomor Absen............................................................
Tanggal Pelaksanaan............................................................

Bagian 1: Detektif Jejak Digital (Analisis Kasus Visual)

Perhatikan gambar simulasi postingan status media sosial di bawah ini dengan teliti! Bayangkan akun ini milik kawanmu bernama Dimas yang tinggal di Wringin Anom.

Deskripsi Gambar:

Dimas mengunggah foto dirinya berseragam sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom sambil memegang Kartu Tanda Anak (terlihat jelas NIK dan tanggal lahir). Keterangan foto (caption) tertulis: "Hore! Besok liburan ke Malang 3 hari, rumahku di Jalan Melati No. 12 kosong melompong! Hubungi aku di 08123456789 kalau mau mabar!"

Instruksi Tugas:

  1. Temukan dan tuliskan minimal 3 informasi pribadi berbahaya yang telah dibocorkan oleh Dimas pada kolom berikut:
    • Informasi 1: ................................................................................................
    • Informasi 2: ................................................................................................
    • Informasi 3: ................................................................................................
  1. Berdasarkan prinsip kehati-hatian (sarekat), mengapa tindakan Dimas dapat mengundang bahaya bagi keselamatan rumah dan dirinya sendiri?

Jawaban: ..........................................................................................................

  1. Tuliskan satu kalimat nasehat santun (menerapkan unggah-ungguh) yang akan kamu kirimkan secara pribadi kepada Dimas agar ia segera menghapus postingan tersebut!

Jawaban: ..........................................................................................................


Bagian 2: Bengkel Formula Kata Sandi Kuat

Buatlah kata sandi rahasia yang tangguh untuk melindungi laptop sekolahmu dengan teknik Passphrase (Kalimat Sandi). Ikuti panduan langkah di bawah ini!

Langkah 1: Tuliskan sebuah kalimat pendek yang mudah kamu ingat (bukan tanggal lahirmu atau nama saudaramu).

Contoh: "Saya suka sarapan pecel pincuk enak 1 piring!"

Kalimat Pilihanmu:

..................................................................................................................

Langkah 2: Ambil huruf pertama dari setiap kata dalam kalimat pilihanmu di atas:

Huruf Terpilih: ................................................................................................

Langkah 3: Lengkapi dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan ganti salah satu huruf dengan simbol unik (@, #, $, %, !, *).

Tuliskan Kata Sandi Tangguh Akhirmu:

..................................................................................................................

Langkah 4: Evaluasi Mandiri Kata Sandimu:

  • Apakah panjangnya 8 karakter atau lebih? (Ya / Tidak)
  • Apakah ada huruf besar dan kecil? (Ya / Tidak)
  • Apakah ada angka di dalamnya? (Ya / Tidak)
  • Apakah ada simbol khusus unik? (Ya / Tidak)