Materi MTK.BAB.3.06. Pemecahan Masalah Pecahan
PEMECAHAN MASALAH PECAHAN
MATEMATIKA KELAS - V SD | KURIKULUM MERDEKA
PERTANYAAN PEMANTIK
- Apabila seorang petani di Wringin Anom memanen tebu sebanyak 3/4 ton, kemudian menjual 1/2 ton ke tengkulak, dan mendapatkan tambahan 1/8 ton dari hasil panen kebun kecilnya, bagaimana cara kita menghitung total sisa tebu petani tersebut sekarang?
- Mengapa kita tidak bisa langsung menjumlahkan atau mengurangkan angka pada pembilang dan penyebut pecahan secara sembarangan ketika menemui soal cerita?
BAHAN BACAAN
Konsep Pemecahan Masalah Matematika Pecahan
Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pecahan memerlukan pemahaman mendalam tentang hubungan antar-pecahan. Operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan berada pada tingkat hierarki yang setara. Oleh karena itu, pengerjaannya dilakukan secara berurutan dari sebelah kiri ke sebelah kanan, kecuali jika terdapat tanda kurung yang mengindikasikan operasi tertentu harus didahulukan.
Dalam kehidupan nyata masyarakat Wringin Anom yang dominan pada sektor pertanian, pecahan sering digunakan untuk menyatakan ukuran berat (ton, kilogram), luas tanah (hektar), maupun pembagian porsi hasil panen. Memahami operasi pecahan secara sistematis membantu peserta didik mengembangkan kemampuan bernalar secara logis, kritis, dan komunikatif.
MATERI PEMBELAJARAN
Operasi Gabungan Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
- Konsep Dasar Pecahan Berpenyebut Berbeda: Untuk melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan pada pecahan berpenyebut berbeda, langkah utama yang harus dilakukan adalah menyamakan penyebutnya menggunakan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).
- Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Soal Cerita (Metode Polya):
- Memahami Masalah: Mengidentifikasi apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal cerita.
- Membuat Rencana: Mengubah kalimat verbal menjadi kalimat matematika operasi gabungan pecahan.
- Melaksanakan Rencana: Menyamakan penyebut, menghitung penjumlahan/pengurangan secara runtut dari kiri ke kanan, dan menyederhanakan pecahan.
- Memeriksa Kembali: Memastikan jawaban logis dan sesuai dengan pertanyaan pada soal cerita.
- Konteks Lokal: Pemodelan masalah pembagian hasil panen tebu, padi, dan buah dari daerah Wringin Anom.
GLOSARIUM
- Pecahan Biasa: Bentuk pecahan yang terdiri dari pembilang dan penyebut dalam bentuk bilangan bulat, di mana pembilang lebih kecil dari penyebut.
- Pecahan Campuran: Bentuk pecahan yang terdiri dari kombinasi bilangan bulat dan pecahan biasa.
- Pembilang: Bilangan pada bagian atas pecahan yang menunjukkan jumlah bagian yang diambil.
- Penyebut: Bilangan pada bagian bawah pecahan yang menunjukkan jumlah total bagian yang sama dalam satu kesatuan.
- KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil): Bilangan kelipatan terkecil yang sama dari dua bilangan atau lebih, digunakan untuk menyamakan penyebut pecahan.
- Soal Cerita Majemuk: Permasalahan matematika dalam bentuk teks verbal yang membutuhkan lebih dari satu langkah operasi hitung untuk menemukan solusinya.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Pemahaman tentang gabungan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pengelolaan hasil panen, pembagian warisan, atau kegiatan perdagangan di lingkungan masyarakat Wringin Anom. Dengan menguasai materi ini, peserta didik dapat menghitung sisa, akumulasi, dan pembagian sumber daya secara adil, presisi, dan bertanggung jawab.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Petunjuk Pengisian LKPD
- Bacalah setiap permasalahan kontekstual di bawah ini secara cermat bersama kelompokmu!
- Diskusikan dan tuliskan apa yang diketahui serta apa yang ditanyakan!
- Susunlah kalimat matematika yang sesuai!
- Kerjakan langkah-langkah perhitungan secara runtut sampai menemukan hasil paling sederhana!
Permasalahan Kontekstual (Kearifan Lokal Wringin Anom)
Pak Sukri adalah seorang petani buah mangga di Desa Wringin Anom. Pada panen minggu ini, Pak Sukri mendapatkan hasil panen sebanyak 4/5 ton mangga. Karena hasil panennya sangat bagus, beliau menyumbangkan 1/4 ton mangga tersebut kepada panti asuhan di dekat rumahnya. Kemudian, tetangga Pak Sukri yang juga memanen mangga memberikan tambahan hasil panennya sebanyak 1/2 ton kepada Pak Sukri untuk dijual bersama. Berapa ton jumlah mangga yang dimiliki Pak Sukri sekarang untuk dijual ke pasar?
Langkah Penyelesaian
Langkah 1: Memahami Masalah
- Diketahui:
- Hasil panen awal Pak Sukri = ......... ton
- Disumbangkan ke panti asuhan = ......... ton
- Tambahan dari tetangga = ......... ton
- Ditanyakan:
- Total sisa mangga Pak Sukri untuk dijual = ......... ?
Langkah 2: Menyusun Kalimat Matematika
Kalimat Matematika: ......... - ......... + .........
Langkah 3: Melaksanakan Rencana Perhitungan
- Cari KPK dari penyebut (5, 4, dan 2): KPK = .........
- Samakan penyebut seluruh pecahan:
= (..... / .....) - (..... / .....) + (..... / .....)
- Lakukan operasi hitung pengurangan dan penjumlahan dari kiri ke kanan:
= ..... / .....
- Sederhanakan hasil pecahan (jika pecahan pembilang lebih besar dari penyebut, ubah ke pecahan campuran):
= .....
Langkah 4: Kesimpulan
Jadi, total mangga yang dimiliki Pak Sukri sekarang untuk dijual ke pasar adalah ......... ton.