Materi-PP-BAB-2-09. Pementasan Simulasi Musyawarah dan Evaluasi Sumatif



PEMENTASAN SIMULASI MUSYAWARAH DAN EVALUASI SUMATIF

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila 
Kelas: V (Lima)
Presentasi: -
Modul Ajar:Pementasan Simulasi Musyawarah dan Evaluasi Sumatif
Latihan Soal -

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa sebuah keputusan yang diambil melalui musyawarah terasa lebih adil dibandingkan keputusan satu orang saja?
  2. Bagaimana cara kita menyampaikan ajakan kebaikan norma agar teman-teman di sekolah tergerak untuk mematuhinya tanpa merasa dipaksa?
  3. Jika kamu menjadi pemimpin musyawarah di daerah Jawa pada zaman dahulu, nilai-nilai lokal apa yang akan kamu gunakan agar semua orang merasa didengarkan?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  • Driyarkara, N. (2006). Filsafat Manusia dan Demokrasi Pancasila. Jakarta: Kanisius.
  • Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
  • Suwarno. (2018). Kearifan Lokal Budaya Jawa dalam Musyawarah Mufakat. Yogyakarta: Ombak.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD (Bab 2: Norma, Hak, Kewajiban, dan Musyawarah dalam Kehidupan Bertetangga dan Bersekolah).
  • Komik Edukasi: Belajar Musyawarah Bersama Si Budi dan Peta Nusantara Jawa.

MATERI PEMBELAJARAN

Musyawarah untuk Mufakat dan Kearifan Lokal Jawa

  • Konsep Dasar Musyawarah: Musyawarah merupakan perwujudan Sila Ke-4 Pancasila. Istilah lokal di Jawa seperti Rembag Desa mengajarkan pentingnya menundukkan ego demi kebaikan bersama (musyawarah sampai mufakat).
  • Etika dan Prosedur Musyawarah: Menyampaikan pendapat secara santun, mendengarkan hingga selesai, menerima hasil keputusan (legowo), dan melaksanakan keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Norma, Hak, dan Kewajiban dalam Komunitas

  • Norma Agama, Kesopanan, Kesusilaan, dan Hukum.
  • Keseimbangan Hak dan Kewajiban: Hak didapatkan setelah kewajiban dilaksanakan.
  • Penyampaian Pesan Norma: Menggunakan media komunikasi visual 3D untuk mengedukasi warga sekolah mengenai pentingnya menjaga ketertiban, kebersihan, dan kesopanan.

Gamifikasi: Jelajah Nusantara Jawa

  • Peta jalan evaluasi Bab 2 yang membagi Pulau Jawa menjadi beberapa pos tantangan (Pos DKI Jakarta, Pos Jawa Barat, Pos Jawa Tengah, Pos DI Yogyakarta, dan Pos Jawa Timur). Setiap pos menyimpan pertanyaan uji penguasaan materi (mastery check) berbasis kasus.

GLOSARIUM

  1. Musyawarah: Upaya bersama untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dengan pembahasan bersama demi mencapai mufakat.
  2. Mufakat: Kesepakatan bulat yang dihasilkan melalui proses musyawarah tanpa paksaan.
  3. Legowo: Sikap lapang dada dan ikhlas menerima segala keputusan bersama meskipun tidak sesuai dengan keinginan pribadi.
  4. Norma: Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku.
  5. Rembag Desa: Istilah kearifan lokal masyarakat Jawa untuk kegiatan musyawarah warga desa dalam memutuskan perkara bersama.
  6. Gamifikasi: Penerapan elemen dan mekanisme permainan (seperti poin, papan skor, dan pos tantangan) dalam kegiatan non-permainan seperti pembelajaran.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Musyawarah bukan sekadar pengambilan keputusan terbanyak, melainkan wujud penghormatan atas hak setiap individu, pemenuhan kewajiban moral, dan penegakan norma untuk mencapai keadilan bersama. Mengomunikasikan pesan kebaikan norma melalui karya nyata memperkuat rasa kepemilikan terhadap keharmonisan lingkungan sekolah dan masyarakat.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik
Kelas / No. Absen
Tanggal

Judul Aktivitas: Musyawarah dan Jelajah Nusantara Jawa (Pesan Norma 3D)

Petunjuk Kerja

  1. Bergabunglah bersama kelompok yang telah ditentukan oleh guru.
  2. Bacalah skenario kasus musyawarah di bawah ini dengan cermat.
  3. Simulasikan musyawarah bersama kelompokmu untuk menemukan solusi mufakat. Tuliskan hasilnya pada kolom yang tersedia.
  4. Buatlah satu karya 3D berisi pesan kebaikan norma yang dapat dipasang di lingkungan sekolah.
  5. Selesaikan misi Jelajah Nusantara Jawa bersama kelompokmu!

Bagian 1: Hasil Simulasi Musyawarah Kelas/Keluarga

Skenario Kasus: Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom ingin menentukan aturan bersama dalam menjaga kebersihan kelas dan pembagian jadwal tugas piket agar fair dan tidak ada yang saling mengandalkan.

  1. Pendapat yang muncul dalam musyawarah:
    • _____________________________________________________________________
    • _____________________________________________________________________
  1. Keputusan Mufakat yang disepakati bersama:
    • _____________________________________________________________________
  1. Nilai kearifan lokal (guyub rukun / legowo) yang diterapkan saat musyawarah:
    • _____________________________________________________________________

Bagian 2: Rancangan Pesan Kebaikan Norma (Karya 3D)

  1. Jenis Norma yang dipilih: (Norma Agama / Kesopanan / Kesusilaan / Hukum) Coret yang tidak perlu
  2. Kalimat Pesan Norma untuk Komunitas Sekolah:

       "_______________________________________________________________________"

  1. Alasan memilih pesan tersebut:
    • _____________________________________________________________________

Bagian 3: Lembar Jawaban Pos Jelajah Nusantara Jawa

Nama Pos WilayahJawaban Pertanyaan Mastery PosSkor Pos (Diisi Guru)
Pos 1: DKI Jakarta
Pos 2: Jawa Barat
Pos 3: Jawa Tengah
Pos 4: DI Yogyakarta
Pos 5: Jawa Timur

REMEDIAL

Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) atau mendapatkan persentase mastery di bawah 60% pada Jelajah Nusantara Jawa.

Langkah Pembelajaran Remedial

  1. Re-teaching (Pengajaran Ulang): Guru menjelaskan kembali hubungan antara norma, hak, kewajiban, dan tata cara musyawarah menggunakan bantuan contoh konkret visual sehari-hari.
  2. Pendampingan Tutor Sebaya: Peserta didik berpasangan dengan teman dari kelompok Paham Utuh untuk mengulas soal-soal pos Jelajah Nusantara Jawa yang belum berhasil dijawab.
  3. Tugas Performa Sederhana: Peserta didik membuat kartu pengingat norma sederhana (2D/3D sederhana) dan mempraktikkan simulasi musyawarah dua arah bersama guru/orang tua.


Materi-PP-BAB-2-08. Konsep Musyawarah Mufakat



KONSEP MUSYAWARAH MUFAKAT

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila 
Kelas: V (Lima)
Presentasi: -
Modul Ajar: Konsep Musyawarah Mufakat
Latihan Soal -

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa ketika anggota keluarga kita ingin menentukan lokasi liburan atau pembagian tugas rumah, sebaiknya dilakukan dengan cara berdiskusi bersama, bukan ditentukan oleh satu orang saja?
  2. Apa yang akan terjadi jika dalam sebuah desa seperti Wringin Anom, Kepala Desa mengambil keputusan sendiri tanpa mendengar suara warga melalui Rembug Desa?
  3. Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan dan dihargai oleh teman sekelasmu saat mengambil keputusan kelompok?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  • Kaelan. (2013). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigm.
  • Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas V. Jakarta: Kemendikbudristek.
  • Suprijono, Agus. (2015). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (Topik: Penerapan CTL dan Pembelajaran Mendalam).
  • Artikel Budaya Lokal: Sistem Pengambilan Keputusan Musyawarah Mufakat dalam Tradisi Rembug Desa Masyarakat Jawa.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD (Bab 2: Musyawarah dan Demokrasi Pancasila di Lingkunganku).
  • Komik Edukasi Pancasila: Mari Bermusyawarah di Rumah dan Sekolah.
  • Lembar Bacaan Bergambar: Mengenal Rembug Desa Wringin Anom.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Musyawarah untuk Mufakat

Musyawarah berasal dari kata bahasa Arab yang berarti berunding atau berembug. Dalam konteks Demokrasi Pancasila (khususnya Sila Ketiga dan Ketujuh/Sila Keempat), musyawarah adalah proses membicarakan suatu masalah bersama-sama untuk mencapai kesepakatan (mufakat) yang adil.

Prinsip-Prinsip Musyawarah yang Adil

  1. Kedudukan yang Setara: Setiap peserta musyawarah memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat tanpa membedakan latar belakang.
  2. Menghargai Pendapat Orang Lain: Tidak memotong pembicaraan orang lain dan mendengarkan dengan penuh empati.
  3. Berorientasi pada Keadilan dan Kebajikan: Keputusan yang diambil harus menguntungkan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau golongan.
  4. Mengutamakan Mufakat: Berusaha mencapai kesepakatan bulat sebelum melakukan pemungutan suara (voting).
  5. Menerima dan Melaksanakan Hasil Keputusan: Semua pihak wajib menjalankan hasil musyawarah dengan ikhlas dan bertanggung jawab.

Integrasi Kearifan Lokal: Tradisi Rembug Desa Wringin Anom

Di Desa Wringin Anom, tradisi musyawarah terwujud dalam forum "Rembug Desa" atau musyawarah tingkat balai desa/RT. Warga berkumpul untuk membahas pembangunan desa, kerja bakti, hingga penyelesaian perselisihan secara kekeluargaan. Tradisi ini membuktikan bahwa nilai Pancasila telah berurat akar dalam kehidupan nyata masyarakat sekitar.

Penerapan Musyawarah dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Lingkup Keluarga: Musyawarah menentukan menu makanan keluarga, aturan jam belajar, tujuan wisata akhir pekan, atau pembagian tugas merawat tanaman.
  2. Lingkup Sekolah: Musyawarah pemilihan ketua kelas, pembentukan jadwal piket, perancangan tata tertib kelas, dan persiapan pameran karya.
  3. Lingkup Masyarakat: Musyawarah RT untuk kerja bakti mingguan, santunan anak yatim, atau pembentukan panitia peringatan HUT Kemerdekaan RI.

GLOSARIUM

  1. Musyawarah: Pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah secara adil dan bijaksana.
  2. Mufakat: Kesepakatan bulat yang dihasilkan dari proses pembicaraan bersama tanpa paksaan.
  3. Demokrasi Pancasila: Sistem tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila, mengutamakan musyawarah untuk mufakat serta keadilan sosial.
  4. Rembug Desa: Forum pertemuan warga desa (tradisi lokal di Jawa/Wringin Anom) untuk membahas dan memutuskan masalah kemasyarakatan secara kekeluargaan.
  5. Diorama (Karya 3D): Sajian pemandangan dalam bentuk tiga dimensi bermodel kecil untuk menggambarkan suatu adegan atau peristiwa nyata.
  6. Kliping Visual: Kegiatan pemotongan gambar-gambar dari majalah/koran yang dirangkai rapi disertai penjelasan tertulis untuk menyampaikan suatu pesan tema tertentu.
  7. Scaffolding: Pemberian sejumlah bantuan oleh guru kepada peserta didik pada tahap awal pembelajaran, kemudian menguranginya secara bertahap untuk memberikan kesempatan mandiri.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Musyawarah merupakan sarana utama dalam mengambil keputusan bersama yang dilandasi semangat keadilan, kesetaraan, dan penghormatan atas hak setiap individu. Keputusan yang diambil secara musyawarah mufakat akan melahirkan rasa memiliki, rasa tanggung jawab, dan kedamaian di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat desa.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Lembar Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Kelompok / Anggota1. ....................................................................
2. ....................................................................
3. ....................................................................
4. ....................................................................
Kelas / FaseKelas V / Fase C
Nomor Absen....................................................................
Tanggal Pelaksanaan....................................................................

Judul LKPD: Musyawarah untuk Keadilan Bersama di SD Negeri 1 Wringin Anom

Petunjuk Diskusi dan Kerja Kelompok

  1. Bacalah studi kasus di bawah ini dengan saksama bersama teman sekelompokmu.
  2. Diskusikan solusi terbaik berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat yang adil.
  3. Buatlah produk karya sesuai dengan pilihan jenis kelompokmu (Kliping Gambar atau Karya 3D Diorama) untuk mengomunikasikan pesan kebaikan norma musyawarah kepada teman-teman di sekolah.

Bagian 1: Analisis Studi Kasus Kontekstual

Kasus:

Di SD Negeri 1 Wringin Anom, kelas V diberikan tugas oleh guru untuk menentukan tujuan kegiatan penjelajahan lingkungan desa. Sebagian siswa ingin pergi ke area persawahan utara desa, sedangkan sebagian siswa lainnya ingin pergi ke tepi sungai bagian selatan desa. Suasana kelas menjadi ramai karena masing-masing pihak merasa idenya paling bagus dan memaksakan kehendaknya.

Pertanyaan Analisis:

  1. Mengapa tindakan saling memaksakan kehendak pada kasus di atas melanggar prinsip keadilan dan Pancasila?

Jawab: ................................................................................................................................................

  1. Tuliskan 3 langkah penyelesaian yang harus dilakukan Ketua Kelas V agar pengambilan keputusan dapat berjalan secara musyawarah mufakat dan adil!

Jawab:

a. .................................................................................................................................

b. .................................................................................................................................

c. .................................................................................................................................

  1. Apa yang harus dilakukan oleh seluruh siswa kelas V setelah keputusan bersama nantinya telah disepakati bersama?

Jawab: ................................................................................................................................................

Bagian 2: Lembar Kerja Rancangan Produk Kreatif (Kliping / Karya 3D)

  1. Jenis Karya yang Dibuat: ( Pilih salah satu: Kliping Gambar / Karya 3D Diorama )
  2. Judul Karya Kelompok: ...............................................................................................................................
  3. Pesan Utama Norma Musyawarah yang Ingin Disampaikan: .....................................................................
  1. Pembagian Tugas Kelompok:
    • Ketua / Moderator Diskusi : ....................................................................................
    • Perancang Bahan & Bentuk : ....................................................................................
    • Penulis Narasi & Slogan : ....................................................................................
    • Presenter Karya : ....................................................................................