Materi-BI-BAB-2-05-Majas Metafora dan Hiperbola
MAJAS METAFORA DAN HIPERBOLA | ||
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas | : | V (Lima) |
| Presentasi | : | - |
| Modul Ajar | : | |
| Latihan Soal | : | - |
PERTANYAAN PEMANTIK
- Apakah mungkin seseorang benar-benar memiliki buku di dalam kepalanya saat dipanggil "kutu buku"?
- Mengapa ada orang yang mengatakan "suaranya menggelegar membelah angkasa" padahal angkasa tidak benar-benar terbelah?
- Gambar apa yang terlintas di dalam pikiranmu ketika mendengar ungkapan tersebut?
- Pernahkah kalian mendengar ungkapan kiasan serupa yang sering diucapkan oleh kakek, nenek, atau orang tua di rumah?
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
- Taufik, Ahmad. (2022). Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
- Suyatno. (2019). Gaya Bahasa dan Apresiasi Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pengayaan Gaya Bahasa Konotatif.
Bahan Bacaan Peserta Didik
- Buku Bacaan Siswa: Mengenal Majas Melalui Ilustrasi Gambar Menarik. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Komik Edukasi Bahasa: Petualangan Detektif Bahasa di Sekolah.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Majas
Majas adalah gaya bahasa kiasan yang digunakan untuk menghidupkan kalimat, memberikan efek imajinatif, serta memperkuat emosi bagi pembaca atau pendengar.
Majas Metafora (Pembandingan Langsung)
Majas metafora membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding (seperti: bagai, bak, seperti). Kata yang digunakan adalah ungkapan yang mewakili sifat objek tersebut.
- Ciri khas: Memiliki makna konotatif yang langsung menunjuk pada karakteristik objek.
- Contoh Utama:
- "Kutu buku" (Orang yang sangat suka membaca buku).
- "Buah bibir" (Bahan pembicaraan orang banyak).
- "Raja siang" (Matahari).
- "Anak emas" (Anak kesayangan).
Majas Hiperbola (Ungkapan Berlebihan)
Majas hiperbola menggunakan kata-kata yang dilebih-lebihkan dari kenyataan sebenarnya untuk memberikan kesan dramatis atau penekanan yang kuat.
- Ciri khas: Pernyataan tidak masuk akal jika diartikan secara harfiah.
- Contoh Utama:
- "Suaranya menggelegar membelah angkasa" (Suara yang sangat keras).
- "Keringatnya mengalir deras seperti sungai" (Sangat banyak berkeringat).
- "Hatinya hancur berkeping-keping" (Sangat sedih).
- "Tugasnya menumpuk setinggi gunung" (Tugas sangat banyak).
Tabel Perbandingan Metafora dan Hiperbola
| Parameter | Majas Metafora | Majas Hiperbola |
|---|---|---|
| Sifat | Pembandingan langsung (konotatif) | Pengungkapan yang dilebih-lebihkan secara ekstrem |
| Logika Bahasa | Masih masuk akal sebagai simbol kiasan | Di luar logika nyata demi efek dramatis |
| Contoh Kasus | Dia adalah kutu buku di kelas kami | Tangisannya menguras air mata seisi kota |
Integrasi Tradisi Tutur Lokal
Masyarakat Wringin Anom kerap menggunakan kiasan tutur lisan seperti "lambe tipis" (suka berbicara/ramah) atau "mripate sembilat" yang merupakan bentuk ungkapan kiasan lokal berbasis pengamatan visual.
GLOSARIUM
- Majas: Gaya bahasa indah yang digunakan untuk memberikan efek tertentu pada pembaca atau pendengar.
- Metafora: Majas pembandingan langsung antara dua hal yang memiliki sifat sama tanpa kata penghubung pembanding.
- Hiperbola: Majas yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan dibanding kenyataan sebenarnya demi efek dramatis.
- Konotatif: Makna tidak sebenarnya atau makna kiasan dari suatu kata atau kelompok kata.
- Harfiah: Makna kata yang sebenarnya sesuai dengan kamus (eksplisit).
- Game-Based Learning: Model pembelajaran yang mengintegrasikan materi pelajaran ke dalam bentuk perainan terstruktur.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Bahasa kiasan tidak hanya berfungsi memperindah kalimat, tetapi merupakan sarana ekspresi emosi dan penggambaran imajinasi secara mendalam. Dengan memahami perbedaan metafora dan hiperbola, manusia dapat menyampaikan pesan visual dan emosional yang kuat kepada pendengar atau pembaca, serta lebih peka dalam mengapresiasi karya sastra dan tradisi lisan di lingkungannya.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Lembar Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik / Kelompok | |
| Kelas / Fase | Kelas V / C |
| Nomor Absen | |
| Tanggal Pelaksanaan |
Petunjuk Pengerjaan LKPD
- Bacalah setiap kalimat dengan cermat bersama anggota kelompokmu.
- Amati gambar stimulus visual yang ditampilkan pada Smart TV atau pada lembar LKPD.
- Anamalis apakah kalimat tersebut merupakan Majas Metafora (Pembandingan Langsung) atau Majas Hiperbola (Ungkapan Berlebihan).
- Berikan tanda centang pada kolom yang sesuai dan tuliskan alasan analisismu.
Kegiatan 1: Detektif Majas (Klasifikasi Kalimat)
| No | Kalimat yang Menganalisis Gaya Bahasa | Jenis Majas: Metafora | Jenis Majas: Hiperbola | Alasan Analisis Lengkap |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Budi menjadi kutu buku sejak perpustakaan sekolah diperbarui. | |||
| 2 | Sorak penonton di stadion itu menggelegar membelah angkasa. | |||
| 3 | Berita kebaikan anak itu menjadi buah bibir di seluruh desa Wringin Anom. | |||
| 4 | Ibu membanting tulang demi memenuhi kebutuhan sekolah kami. | |||
| 5 | Air matanya mengalir bagai lautan saat mendengar berita sedih itu. |
Kegiatan 2: Tantangan Kreasi Visual dan Kalimat
Buatlah 1 kalimat majas metafora dan 1 kalimat majas hiperbola berdasarkan situasi visual di bawah ini!
- Situasi Gambar 1: Seseorang yang sangat cepat saat berlari.
- Jenis Majas: Metafora
- Kalimat:
- Situasi Gambar 2: Seseorang yang menangis dengan sangat sedih.
- Jenis Majas: Hiperbola
- Kalimat:
