Materi PP Bab 1.03. Peristiwa Sidang BPUPK & Panitia Sembilan

PERISTIWA SIDANG BPUPKI DAN PANITIA SEMBILAN


PENDIDIKAN PANCASILA KELAS - V SD | KURIKULUM MERDEKA
Presentasi : 
Modul Ajar : Peristiwa Sidang BPUPK dan Panitia Sembilan
Latihan Soal :

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa sebuah negara yang baru merdeka membutuhkan dasar negara?
  2. Bagaimana para pendiri bangsa yang memiliki pemikiran berbeda-beda akhirnya bisa menyepakati satu rumusan Pancasila?
  3. Mengapa kalimat pertama dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 mengalami perubahan sebelum ditetapkan menjadi Pancasila yang sah pada 18 Agustus 1945?
  4. Sifat apa dari pejuang lokal di lingkungan sekitar kita yang mirip dengan sikap para tokoh pendiri bangsa?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Perumusan dasar negara merupakan salah satu momen paling krusial dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Dalam sidang pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945), tiga tokoh utama menyampaikan gagasan dasar negara: Muhammad Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Pembentukan Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945 yang memuat rumusan lima dasar negara. Dinamika terjadi ketika utusan dari Indonesia bagian timur keberatan dengan klausul sila pertama. Dengan kebesaran jiwa dan semangat persatuan, Drs. Mohammad Hatta bersama para tokoh Islam menyepakati perubahan kalimat tersebut menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" pada 18 Agustus 1945. Pembelajaran mendalam pada topik ini menekankan pada penanaman nilai konsensus, toleransi, dan kompromi kebangsaan.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Anak-anak hebat kelas V, tahu kah kamu bagaimana Pancasila dirumuskan? Dahulu, para tokoh pendiri bangsa seperti Paman Muhammad Yamin, Dr. Soepomo, dan Bapak Ir. Soekarno berpidato menyampaikan ide dasar negara Indonesia. Mereka memiliki ide yang berbeda-beda, namun tujuannya satu: Indonesia Merdeka! Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan menyusun kesepakatan yang dinamakan Piagam Jakarta. Di dalam Piagam Jakarta, kalimat sila pertama awalnya berbunyi: "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Namun, demi menjaga persatuan seluruh bangsa Indonesia yang beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke, para tokoh bangsa dengan lapang dada mengubahnya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Sungguh sikap yang sangat terpuji dan wajib kita tiru!

MATERI PEMBELAJARAN

Materi Reguler

  1. Tokoh Pendiri Bangsa dan Usulan Dasar Negara:
    • Muhammad Yamin (29 Mei 1945): Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat.
    • Dr. Soepomo (31 Mei 1945): Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir dan Batin, Musyawarah, Keadilan Rakyat.
    • Ir. Soekarno (1 Juni 1945): Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan yang Berkebudayaan.
  1. Peristiwa Kritis Piagam Jakarta (22 Juni 1945):
    • Pembentukan Panitia Delapan dan Panitia Sembilan.
    • Rumusan Piagam Jakarta: "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".
    • Perubahan historis pada 18 Agustus 1945 menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" demi menjaga keutuhan Indonesia Timur dan kebangsaan secara menyeluruh.
  1. Integrasi Pejuang Lokal:
    • Peran tokoh perjuangan lokal dari daerah Jawa Timur (seperti KH. Abdul Wahab Hasbullah / pejuang daerah sekitar) yang menunjukkan keikhlasan dan toleransi dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa.

Materi Remedial

  • Ringkasan visual berbentuk diagram alur sederhana mengenai 3 tokoh pendiri bangsa dan 5 sila Pancasila final.

Materi Pengayaan

  • Analisis teks dokumen perbandingan rancangan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dengan Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945.

GLOSARIUM

  1. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia): Badan yang dibentuk untuk menyelidiki dan menyiapkan hal-hal penting berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia.
  2. Piagam Jakarta (Jakarta Charter): Dokumen hasil kesepakatan Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 yang memuat rancangan dasar negara dan Pembukaan UUD 1945.
  3. Dasar Negara: Landasan utama atau pedoman dalam mengatur penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Konsensus: Kesepakatan bersama yang dicapai melalui musyawarah oleh anggota kelompok atau masyarakat.
  5. Toleransi: Sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan antarindividu atau kelompok.
  6. Panitia Sembilan: Kelompok kecil beranggotakan sembilan tokoh yang bertugas menyelaraskan usulan-usulan dasar negara.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Dasar negara Indonesia tidak lahir secara mendadak, melainkan hasil dari pemikiran mendalam, perdebatan gagasan yang santun, serta jiwa besar para tokoh pendiri bangsa yang mengutamakan persatuan di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Melalui pemahaman ini, peserta didik belajar bahwa perbedaan pendapat adalah wajar, namun semangat kesepakatan bersama (konsensus) dan toleransi adalah kunci utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Satuan PendidikanSD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Kelompok...........................................................
Anggota Kelompok1. .......................................................
2. .......................................................
3. .......................................................
4. .......................................................
5. .......................................................
Kelas / FaseV / C
Tanggal...........................................................

Judul Aktivitas: Detektif Sejarah: Menelusuri Gagasan Dasar Negara dan Piagam Jakarta

Petunjuk Kerja

  1. Bacalah infografis dan perhatikan kartu informasi yang dibagikan guru!
  2. Pindai QR code pada lembar ini jika kelompokmu membutuhkan tayangan visual tambahan!
  3. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bersama teman kelompokmu secara gotong royong!
  4. Tuliskan hasil diskusi pada tabel yang telah disediakan secara rapi!

Tugas 1: Memetakan Usulan Gagasan Dasar Negara

Isilah tabel di bawah ini berdasarkan informasi tokoh pendiri bangsa!

Nama Tokoh Pendiri BangsaTanggal Menyampaikan UsulanInti Gagasan Dasar Negara yang Diusulkan
Muhammad Yamin
Dr. Soepomo
Ir. Soekarno

Tugas 2: Analisis Peristiwa Kritis Piagam Jakarta 22 Juni 1945

Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan hasil penemuan kelompokmu!

  1. Apakah nama kesepakatan yang dihasilkan oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945?

Jawaban: .......................................................................................................................

  1. Tuliskan rumusan Sila Pertama yang tercantum dalam naskah Piagam Jakarta tersebut!

    Jawaban: .......................................................................................................................

    1. Mengapa rumusan Sila Pertama pada Piagam Jakarta diubah pada tanggal 18 Agustus 1945 menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa"? Nilai keteladanan apa yang ditunjukkan oleh para tokoh pendiri bangsa dalam peristiwa tersebut?

    Jawaban: .......................................................................................................................

      Tugas 3: Hubungan Nilai Tokoh Bangsa dan Pejuang Lokal

      Bagaimanakah kalian meneladani sikap toleransi para tokoh pendiri bangsa dan pejuang lokal daerah Wringin Anom dalam kehidupan di sekolah sehari-hari? Berikan 2 contoh nyata!

      Jawaban: ..........................................................................................................................................


      Comments
      0 Comments