Materi PP Bab 1.02. Pemilihan Ketua Kelas & Musyawarah

PEMILIHAN KETUA KELAS DAN MUSYAWARAH


PENDIDIKAN PANCASILA KELAS - V SD | KURIKULUM MERDEKA
Presentasi : 
Modul Ajar : Pemilihan Ketua Kelas dan  Musyawarah
Latihan Soal :

PERTANYAAN PEMANTIK

Pertanyaan Pemantik 1

Apa yang akan terjadi pada suatu kelompok kelas jika setiap murid kekeh menuntut agar usulan pribadinya yang harus dipilih?

Pertanyaan Pemantik 2

Bagaimana cara tetua di desa kita (Wringin Anom) mengambil keputusan saat warga memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam kegiatan Rembug Desa?

Pertanyaan Pemantik 3

Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu kalah dalam pemungutan suara (voting), dan sikap terbaik apa yang harus kamu tunjukkan setelah keputusan resmi ditetapkan?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Musyawarah mufakat merupakan inti dari demokrasi Pancasila yang termaktub dalam Sila Keempat. Berbeda dengan demokrasi liberal yang mengandalkan mayoritas mutlak secara instan, musyawarah Pancasila mengutamakan pencarian titik temu (konsensus) melalui dialog kekeluargaan yang berlandaskan moral ketuhanan dan keadilan. Dalam praktiknya di sekolah, guru berperan sebagai fasilitator yang menjamin setiap anak—terlepas dari kepribadiannya—memiliki ruang aman untuk bersuara. Apabila mufakat tidak tercapai akibat kebuntuan (deadlock), maka pemungutan suara (voting) menjadi alternatif sah secara prosedural. Kunci keberhasilan pembelajaran ini adalah menanamkan sikap sportivitas sosial, yaitu kemampuan menerima kekalahan usulan tanpa menganggapnya sebagai kekalahan pribadi. Kearifan lokal seperti Rembug Desa di Wringin Anom menjadi jembatan nyata untuk membumikan konsep kewarganegaraan ini ke dalam dunia keseharian siswa.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu apa itu Musyawarah? Musyawarah adalah berkumpul bersama untuk membicarakan suatu masalah demi mencapai kesepakatan bersama yang disebut mufakat. Di desa kita, Wringin Anom, tradisi ini biasa disebut Rembug Desa.

Saat bermusyawarah, kita harus memperhatikan aturan penting:

  1. Bicara yang sopan dan bergantian.
  2. Dengarkan teman yang sedang berbicara.
  3. Tidak boleh memotong pembicaraan orang lain.

Bagaimana jika kita tidak menemukan mufakat? Kita bisa melakukan voting atau pemungutan suara. Opsi yang mendapat suara terbanyak akan menjadi keputusan bersama. Apapun hasil keputusannya, baik usulan kita menang atau kalah, kita harus menerimanya dengan senang hati dan lapang dada, serta melaksanakannya bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab!

MATERI PEMBELAJARAN

Hakikat Musyawarah untuk Mufakat

Musyawarah berasal dari bahasa Arab yang berarti berunding atau berembug. Dalam bingkai Pancasila, musyawarah merupakan tata cara pengambilan keputusan bersama yang mengedepankan asas kekeluargaan dan kesetaraan. Mufakat tercapai apabila seluruh peserta musyawarah menyetujui satu keputusan yang dianggap paling baik untuk kepentingan bersama.

Pemungutan Suara (Voting)

Pemungutan suara atau voting dilakukan apabila proses musyawarah untuk mencapai mufakat tidak menemukan titik terang setelah dilakukan pembahasan mendalam. Voting adalah pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak. Meskipun menggunakan mekanisme jumlah suara, voting tetap harus dijiwai oleh semangat persatuan dan keadilan.

Prinsip-Prinsip Pengambilan Keputusan Bersama

  • Setiap anggota memiliki hak dan kedudukan yang sama untuk menyampaikan pendapat.
  • Pendapat yang disampaikan harus masuk akal, santun, dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
  • Peserta wajib mendengarkan dengan saksama ketika orang lain sedang berbicara.
  • Keputusan yang diambil wajib mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau kelompok kecil.

Sikap Menerima dan Melaksanakan Keputusan Bersama

Menerima keputusan bersama berarti mengakui keabsahan hasil mufakat atau voting dengan jiwa besar (lapang dada). Melaksanakan keputusan berarti menjalankan tugas atau kesepakatan yang telah dibuat dengan penuh rasa tanggung jawab, meskipun hasil keputusan tersebut mungkin bukan pilihan yang diusulkan sejak awal.

Kearifan Lokal: Tradisi Rembug Desa Wringin Anom

Rembug Desa merupakan bentuk musyawarah tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di wilayah Wringin Anom. Warga berkumpul di balai desa atau balai dusun untuk membahas masalah bersama seperti pembangunan fasilitas umum, kerja bakti, atau penyelesaian perselisihan warga secara damai dan kekeluargaan.

GLOSARIUM

  • Musyawarah: Pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah; berunding.
  • Mufakat: Kesepakatan bulat yang dihasilkan melalui proses musyawarah tanpa adanya pihak yang menolak.
  • Voting: Pemungutan suara untuk mengambil keputusan berdasarkan jumlah suara terbanyak dari anggota yang hadir.
  • Lapang Dada: Sikap ikhlas, sabar, dan berjiwa besar dalam menerima segala bentuk keputusan atau keadaan.
  • Rembug Desa: Tradisi musyawarah adat lokal warga desa untuk membahas dan memutuskan masalah kemasyarakatan secara bersama-sama.
  • Keputusan Bersama: Hasil kesepakatan yang dibuat oleh dua orang atau lebih yang wajib dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok.
  • Akuntabilitas (Tanggung Jawab): Keadaan wajib menanggung segala sesuatu atas keputusan yang telah disepakati bersama.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Musyawarah adalah wujud nyata pengamalan Sila Keempat Pancasila yang menempatkan kesetaraan hak, penghormatan atas perbedaan pendapat, dan kebersamaan di atas kepentingan pribadi. Keputusan bersama yang dihasilkan melalui mufakat maupun pemungutan suara (voting) merupakan ikatan moral yang wajib dihormati dan dilaksanakan oleh setiap anggota masyarakat dengan sikap tanggung jawab dan jiwa besar.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok............................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
Nomor Absen............................................................................
Tanggal Kegiatan............................................................................

Judul LKPD: Simulasi Rembug Kelas - Pengambilan Keputusan Bersama

Tujuan Aktivitas

  1. Mempraktikkan tata cara musyawarah dan pemungutan suara (voting) untuk menyelesaikan permasalahan kelas.
  2. Menyajikan laporan hasil keputusan bersama dengan memilih media produk (lisan atau tulisan/visual).

Petunjuk Kerja

  1. Duduklah bersama anggota kelompok yang telah ditentukan!
  2. Baca dan cermati studi kasus masalah kelas yang tertulis di bawah ini!
  3. Lakukan simulasi musyawarah kelompok untuk menentukan solusi terbaik. Tentukan siapa pimpinan rapat dan notulen!
  4. Jika mufakat tidak tercapai, lakukan pemungutan suara (voting) menggunakan kartu suara yang telah disediakan!
  5. Tuliskan hasil keputusan kelompokmu pada lembar analisis di bawah ini!
  6. Buatlah produk hasil laporan sesuai kesepakatan kelompokmu (Pilihan A: Cerita Lisan untuk Dipresentasikan, ATAU Pilihan B: Poster Visual/Peta Pikiran)!

Lembar Kasus Masalah Kelas

"Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom mendapatkan tugas untuk menghias sudut baca kelas dan menentukan jadwal piket harian. Sebagian anggota menginginkan sudut baca bertema 'Petualangan Hutan', sedangkan sebagian lain menginginkan tema 'Jelajah Angkasa'. Selain itu, ada perbedaan pendapat mengenai pembagian hari piket. Bagaimana kelompokmu menyelesaikan perbedaan ini melalui musyawarah atau voting?"

Hasil Analisis Kelompok

Pertanyaan PanduanHasil Musyawarah Kelompok
Usulan apa saja yang muncul saat diskusi?1. ....................................................................
2. ....................................................................
Cara apa yang digunakan untuk mengambil keputusan? (Mufakat / Voting)............................................................................
Apa keputusan akhir yang disepakati bersama?............................................................................
Bagaimana sikap kelompokmu terhadap anggota yang usulannya tidak terpilih?............................................................................

Tugas Produk Akhir (Pilih Salah Satu)

  • Pilihan A (Produk Lisan): Siapkan draf cerita untuk mempresentasikan hasil keputusan di depan kelas!
  • Pilihan B (Produk Tulisan/Visual): Gambarlah peta pikiran atau poster hasil keputusan pada kertas karton yang disediakan!
Comments
0 Comments