Materi-IPAS-BAB-4-06. Tahapan Infiltrasi dan Siklus Keseluruhan


TAHAPAN INFILTRASI DAN SIKLUS KESELURUHAN

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 
Kelas: V (Lima)
Presentasi: Youtube | PPTX
Modul Ajar: PDF
Latihan Soal Soal PDF | Soal TKA

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika hujan deras turun di SD Negeri 1 Wringin Anom, ke manakah hilangnya air hujan yang jatuh di lapangan rumput dibandingkan dengan yang jatuh di halaman bersemen?
  2. Mengapa sumur-sumur di sekitar rumah kita tetap berisi air meskipun musim kemarau tidak turun hujan selama berhari-hari?
  3. Apa yang akan terjadi pada pasokan air bersih kita jika seluruh permukaan bumi tertutup oleh semen dan beton?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Proses infiltrasi merupakan bagian integral dari siklus hidrologi. Infiltrasi didefinisikan sebagai laju aliran air yang masuk ke dalam profil tanah melalui permukaan tanah. Laju infiltrasi ditentukan oleh daya hantar hidrolik tanah, tekstur tanah, kadar air awal, serta struktur pori tanah. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi dan bervegetasi memiliki pori makro yang dibentuk oleh akar tanaman dan aktivitas organisme tanah (seperti cacing), sehingga meningkatkan kapasitas infiltrasi secara signifikan. Sebaliknya, alih fungsi lahan menjadi kawasan kedap air (paving, beton, aspal) mengurangi area infiltrasi, memicu peningkatan surface runoff (aliran permukaan) yang berpotensi menyebabkan erosi dan banjir, serta menurunkan tinggi muka air tanah (water table). Pembelajaran berbasis Experiential Learning membantu peserta didik menginternalisasi prinsip-prinsip sains lingkungan ini melalui pengalaman terstruktur.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu ke mana hilangnya air hujan yang turun dari langit? Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi tidak hilang begitu saja. Sebagian besar air hujan akan meresap masuk ke dalam tanah melalui celah-celah kecil yang disebut pori-pori tanah. Proses masuknya air hujan ke dalam tanah ini disebut Infiltrasi.

Di dalam tanah, air hujan akan ditampung di kantong-kantong air alami di bawah bumi yang disebut air tanah. Air tanah inilah yang kita ambil sehari-hari melalui sumur untuk mandi, mencuci, dan minum. Karena ada proses penyerapan ini dan air terus menguap membentuk awan lalu turun menjadi hujan kembali, maka jumlah air di bumi tidak pernah habis.

Namun, jika permukaan tanah ditutup oleh semen, beton, atau paving block tanpa menyisakan ruang tanah terbuka, air hujan tidak bisa meresap ke dalam tanah. Akibatnya, terjadi genangan air atau banjir di permukaan, dan cadangan air sumur kita bisa mengering saat musim kemarau. Oleh karena itu, kita harus menjaga taman dan area tanah di sekitar rumah dan sekolah kita!

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Penyerapan Air (Infiltrasi)

Infiltrasi adalah proses masuknya air hujan ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Air yang berhasil meresap akan bergerak secara vertikal ke bawah karena gaya gravitasi (proses perkolasi) hingga mencapai lapisan akuifer (penyimpan air tanah). Air tanah inilah yang dimanfaatkan manusia melalui sumur dan mata air.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Infiltrasi

  1. Tekstur dan Porositas Tanah: Tanah pasir memiliki pori-pori besar sehingga infiltrasi cepat. Tanah liat memiliki pori-pori sangat kecil sehingga infiltrasi lambat.
  2. Tutupan Lahan: Area bervegetasi (rumput/pohon) memiliki akar yang membantu membuka pori-pori tanah dan menahan laju aliran permukaan sehingga infiltrasi maksimal.
  3. Kekedapan Permukaan: Penutupan tanah oleh semen, aspal, atau paving block kedap air menutup jalan masuknya air ke dalam tanah, menyebabkan aliran permukaan meningkat dan memicu banjir.

Kestabilan Air dan Peran Area Resapan Lokal

Jumlah air di bumi konstan, tetapi ketersediaan air bersih yang siap pakai sangat bergantung pada kestabilan air tanah. Area resapan air di SD Negeri 1 Wringin Anom, seperti taman sekolah dan lapangan rumput, berperan penting menampung air hujan, mencegah genangan air di halaman sekolah, dan menjaga pasokan air tanah di lingkungan Wringin Anom.

GLOSARIUM

  1. Infiltrasi: Proses masuknya atau meresapnya air dari permukaan tanah ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah.
  2. Siklus Air (Siklus Hidrologi): Sirkulasi atau perputaran air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi.
  3. Perkolasi: Gerakan aliran air di dalam tanah secara vertikal ke lapisan tanah yang lebih dalam setelah proses infiltrasi.
  4. Akuifer: Lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air melalui batuan yang berpori.
  5. Porositas: Kemampuan suatu media/tanah dalam menyerap dan menyalurkan air berdasarkan rongga atau pori-pori yang dimilikinya.
  6. Area Resapan Air: Wilayah atau permukaan tanah yang disediakan khusus untuk menyerap air hujan ke dalam tanah.
  7. Biopori: Lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air untuk mengatasi genangan air dan meningkatkan cadangan air tanah.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Air di bumi tidak pernah habis karena terus bergerak dalam alur siklus air yang berkesinambungan. Penyerapan air ke dalam tanah (infiltrasi) adalah proses krusial yang berfungsi sebagai penyaring alami dan penyimpan cadangan air bersih bumi. Keberadaan area resapan tanah yang cukup menjamin kestabilan pasokan air serta melindungi lingkungan dari risiko banjir dan kekeringan. Menjaga permukaan tanah tetap terbuka adalah wujud kepedulian terhadap kelangsungan hidup generasi mendatang.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok..........................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
No. Absen..........................................................................
Tanggal Kegiatan..........................................................................

Judul Eksperimen: Menyelidiki Penyerapan Air (Infiltrasi) pada Jenis Permukaan Tanah

Tujuan Kegiatan

  1. Membuktikan secara langsung proses penyerapan air (infiltrasi) pada media yang berbeda.
  2. Menganalisis pengaruh jenis penutup tanah terhadap kestabilan cadangan air tanah.

Alat dan Bahan

  1. 2 buah botol simulasi (Botol A: Tanah+Kerikil; Botol B: Lapisan Kedap/Semen+Kerikil).
  2. 2 buah gelas penampung air di bawah botol.
  3. Air berwarna 200 ml untuk setiap botol.
  4. Stopwatch / Pengukur waktu.

Langkah Kerja

  1. Siapkan Botol A (Media Resapan Tanah) dan Botol B (Media Kedap Semen) di atas wadah penampung.
  2. Siapkan air berwarna sebanyak 200 ml untuk masing-masing botol.
  3. Tuangkan air 200 ml ke Botol A dan Botol B secara bersamaan!
  4. Jalankan stopwatch. Amati air yang menembus ke bawah botol!
  5. Catat waktu penetasan pertama dan ukur volume air yang terkumpul di gelas penampung bawah setelah 3 menit!

Tabel Hasil Pengamatan Simulasi

Jenis Media Simulasi

Waktu Air Menetas Pertama (Detik)

Volume Air yang Terkumpul di Bawah (ml)

Kondisi Air di Atas Permukaan (Meresap / Menggenang)

Botol A (Tanah + Kerikil)

Botol B (Kedap / Semen)

Pertanyaan Diskusi Kelompok

  1. Botol manakah yang menyerap air paling cepat dan paling banyak meneteskan air ke wadah penampung bawah? Mengapa demikian?

Jawaban:....................................................................................................................................................

  1. Berdasarkan hasil eksperimen, apa yang akan terjadi pada jumlah cadangan air tanah di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom jika seluruh taman sekolah ditutup oleh semen atau beton?

    Jawaban:....................................................................................................................................................

    1. Jelaskan hubungan antara proses infiltrasi air tanah dengan alasan mengapa air di bumi tidak pernah habis!

      Jawaban:....................................................................................................................................................

      1. Tuliskan 2 usulan kegiatan nyata yang dapat kelompokmu lakukan di sekolah untuk membantu air hujan meresap dengan baik ke dalam tanah!

        Jawaban:....................................................................................................................................................






        Comments
        0 Comments