Materi-IPAS-BAB-2-08. Dampak Ekstraksi SDA pada Ekonomi


DAMPAK EKSTRAKSI SDA PADA EKONOMI

Mata Pelajaran:Pendidikan Pancasila 
Kelas:V (Lima)
Presentasi:-
Modul Ajar:PDF
Latihan SoalSoal PDF | 

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Coba perhatikan meja dan kursi yang kalian duduki saat ini. Menurut kalian, bagaimana perjalanan kayu tersebut dari tengah hutan hingga bisa sampai di kelas kita?
  2. Apa yang akan terjadi pada kehidupan kita di Wringin Anom jika semua pohon di hutan ditebang habis dan pasokan kayu benar-benar tidak ada lagi?
  3. Mengapa pabrik tidak bisa terus-menerus membuat barang dari kayu jika hutannya tidak ditanam kembali?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA) merupakan tahap awal dalam siklus hidup produk (Product Life Cycle). Dalam ilmu IPAS kelas V, penting untuk menanamkan pemahaman bahwa sumber daya alam terrestrial seperti hutan memiliki batas daya dukung (carrying capacity). Eksploitasi hutan secara massif tanpa prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development) memicu krisis ganda: krisis suplai industri dan bencana ekologis. Konsep rantai pasok (Supply Chain) yang disederhanakan menjadi "Bagan Rantai Ekstraksi" membantu siswa kelas V berpikir secara sistemik bahwa sebuah produk konsumsi terikat pada keutuhan ekosistem asal bahan mentahnya.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Pernahkah kamu berpikir dari mana asal meja, kursi, dan buku tulismu? Semua benda itu terbuat dari kayu yang diambil dari hutan. Proses mengambil kayu dari hutan disebut sebagai ekstraksi sumber daya alam.

Perjalanan kayu sangat panjang:

  1. Pohon ditebang di hutan.
  2. Batang kayu besar (log) diangkut menggunakan truk ke pabrik.
  3. Pabrik memotong dan mengolah kayu menjadi papan atau bubur kertas.
  4. Pengrajin membuat papan menjadi meja, kursi, dan lemari.
  5. Toko menjualnya kepada kita.

Jika kita menebang pohon di hutan terus-menerus tanpa menanamnya kembali, hutan akan gundul. Akibatnya, terjadi banjir, tanah longsor, hewan kehilangan rumah, dan suatu hari nanti kayu akan habis sehingga tidak ada lagi pabrik yang bisa membuat meja atau kertas! Oleh karena itu, kita harus hemat menggunakan kertas dan menjaga kelestarian hutan di sekitar kita.

MATERI PEMBELAJARAN

Rantai Ekstraksi Sumber Daya Alam (Kayu)

Ekstraksi SDA adalah proses pengambilan bahan mentah langsung dari alam untuk diolah menjadi barang yang berguna bagi manusia. Rantai ekstraksi kayu mencakup tahapan:

  1. Pengambilan/Penebangan (Hutan Alam/Hutan Tanaman Industri)
  2. Pengangkutan Log (Pengiriman bahan mentah ke pabrik)
  3. Pengolahan Primer & Sekunder (Pabrik penggergajian dan pabrik furnitur)
  4. Distribusi dan Pemasaran (Toko/Distributor)
  5. Konsumsi (Penggunaan oleh masyarakat/sekolah)

Eksploitasi Hutan dan Dampaknya

Eksploitasi hutan secara liar dan berlebihan tanpa diikuti reboisasi mengakibatkan:

  1. Kelangkaan Bahan Baku: Pabrik kehilangan sumber daya mentah sehingga aktivitas produksi terhenti.
  2. Bencana Ekologis: Banjir, tanah longsor, erosi, dan hilangnya resapan air di lingkungan sekitar Wringin Anom.
  3. Kerusakan Ekosistem: Hilangnya tempat tinggal bagi flora dan fauna endemik.
  4. Perubahan Iklim: Peningkatan suhu udara lokal akibat hilangnya penyerap karbon alami.

Konteks Local Wisdom dan Solusi Kelestarian

Pelestarian alam sekitar Wringin Anom melalui sistem tebang pilih, reboisasi bertahap, serta penggunaan bahan alternatif terbarukan sebagai wujud kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam.

GLOSARIUM

  1. Ekstraksi: Kegiatan mengambil atau mengeluarkan sumber daya alam langsung dari lingkungan asal untuk dimanfaatkan.
  2. Eksploitasi: Pemanfaatan atau pengambilan sumber daya alam secara berlebihan demi keuntungan tanpa memikirkan dampaknya.
  3. Rantai Ekstraksi: Urutan alur tahapan pemrosesan bahan mentah dari alam hingga menjadi barang siap pakai.
  4. Bahan Baku: Bahan mentah yang digunakan sebagai dasar untuk membuat suatu produk/barang jadi.
  5. Deforestasi: Kegiatan penebangan atau penghilangan hutan secara permanen untuk alih fungsi lahan.
  6. Reboisasi: Penanaman kembali hutan yang telah gundul atau ditebang agar lestari kembali.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) kayu melalui rantai ekstraksi yang tidak terkendali akan mengakibatkan kelangkaan bahan baku, kerusakan ekosistem, serta mengancam kelangsungan hidup manusia. Setiap benda buatan manusia yang kita gunakan hari ini memiliki riwayat ekologis dan tanggung jawab kelestarian yang harus dijaga secara bijaksana.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik
Kelas / No. AbsenV /
Tanggal

Judul LKPD: Analisis Bagan Rantai Ekstraksi SDA dan Dampak Eksploitasi Hutan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah bagan alur rantai ekstraksi kayu yang ditampilkan di Smart TV dan di lembar kerja ini.
  2. Lengkapilah kotak bagan rantai ekstraksi kayu yang masih kosong secara runtut bersama kelompokmu.
  3. Jawablah pertanyaan analisis masalah pada kolom yang tersedia secara kritis.

Bagian A: Bagan Rantai Ekstraksi Kayu

Lengkapilah alur rantai ekstraksi kayu di bawah ini dengan memilih jawaban yang tepat:

(Pilihan: Pabrik Pengolahan Kayu / Penebangan Hutan / Konsumen / Pengangkutan Log / Distributor Furnitur)

[ 1. Hutan Alam ] ---> [ 2. .................... ] ---> [ 3. .................... ] ---> [ 4. .................... ] ---> [ 5. Toko / Furnitur ] ---> [ 6. .................... ]

Bagian B: Analisis Masalah dan Eksploitasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan berdiskusi secara mendalam:

  1. Apa yang dimaksud dengan eksploitasi hutan berlebihan berdasarkan alur bagan di atas?Jawaban:.................................................................................................................................
  1. Jika pohon di hutan ditebang terus-menerus tanpa ada penanaman kembali (reboisasi), apa yang akan terjadi pada langkah nomor 4 (Pabrik Pengolahan Kayu)? Mengapa demikian?  Jawaban:.................................................................................................................................
    1. Sebutkan 3 dampak buruk yang dirasakan oleh warga masyarakat di sekitar Wringin Anom jika hutan di daerah kita habis dieksploitasi!
    1. Berikan 2 usulan tindakan nyata yang dapat kita lakukan sebagai pelajar untuk membantu melestarikan hasil hutan dan mencegah kehabisan bahan baku kayu!
    Comments
    0 Comments