Materi-IPAS-BAB-1-08-Potensi Agraris & Hasil Bumi
POTENSI AGRARIS DAN HASIL BUMI | ||
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas | : | V (Lima) |
| Presentasi | : | PPTX | Youtube 1 | Youtube 2 | Youtube 3 |
| Modul Ajar | : | |
| Latihan Soal | : | Soal PDF | Soal TKA |
Pertanyaan Pemantik Visual dan Pemantik Awal
Mengapa tanah di sekitar desa Wringin Anom berwarna gelap dan kaya akan tanaman padi serta sayuran yang subur?
Pertanyaan Pemantik Konseptual
Apa yang akan terjadi pada kehidupan petani dan warga desa jika tanah di daerah kita menjadi kering, tandus, dan tidak subur lagi?
Pertanyaan Pemantik Integrasi Budaya
Mengapa para orang tua dan petani di desa kita menyelenggarakan upacara syukuran atau Sedekah Bumi setiap kali musim panen raya tiba?
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru: Konsep Agraris dan Ekologi Budaya
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Kesuburan tanah Indonesia tidak lepas dari keberadaan gunung berapi yang kaya akan mineral serta iklim tropis dengan curah hujan memadai. Di tingkat lokal, seperti di Wringin Anom, kesuburan tanah menjadi penopang utama ekonomi masyarakat. Dalam konteks ekologi budaya (cultural ecology), tradisi seperti Sedekah Bumi atau Nyadran bukan sekadar ritual animisme atau hiburan belaka, melainkan bentuk adaptasi budaya masyarakat agraris dalam mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan, memperkuat kohesi sosial antarwarga, dan mewariskan etika lingkungan untuk tidak merusak tanah tempat mereka berpijak.
Bahan Bacaan Peserta Didik: Tanahku Subur, Desaku Makmur
Tahukah kamu mengapa desa kita, Wringin Anom, memiliki banyak sawah dan kebun yang hijau? Itu karena tanah di desa kita adalah tanah yang subur. Tanah subur menyimpan banyak sekali zat hara yang menjadi makanan bagi tanaman. Ketika tanah kita subur, tanaman padi, jagung, dan sayuran dapat tumbuh dengan lebat dan menghasilkan panen yang melimpah.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tanah yang subur dan panen yang berlimpah, para kakek, nenek, dan orang tua kita di desa rutin menyelenggarakan acara Sedekah Bumi. Dalam acara tersebut, warga berkumpul membawa tumpeng berisi hasil bumi, berdoa bersama, dan saling berbagi makanan. Tradisi ini mengingatkan kita semua agar selalu bersyukur dan rajin merawat tanah agar tetap subur dan tidak rusak!
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Sains: Kesuburan Tanah dan Potensi Agraris
Tanah subur merupakan tanah yang kaya akan zat hara, memiliki kelembapan memadai, aerasi yang baik, serta mengandung mikroorganisme pengurai. Faktor yang memengaruhi kesuburan tanah meliputi kandungan bahan organik (humus), curah hujan, dan tekstur tanah. Wilayah Wringin Anom memiliki kondisi tanah yang mendukung sektor agraris dengan produk unggulan berupa padi, jagung, umbi-umbian, dan sayuran.
Konsep Sosial-Budaya: Tradisi Syukur Masyarakat Agraris
Masyarakat agraris memiliki ikatan batin yang kuat dengan tanah. Keberhasilan panen yang dipengaruhi oleh tanah yang subur melahirkan rasa syukur yang diwujudkan dalam tradisi lokal seperti Sedekah Bumi, Nyadran, atau Petik Hasil Bumi. Dalam tradisi ini, masyarakat mengumpulkan sebagian hasil bumi untuk dimakan bersama, dibagikan kepada sesama, dan dipanjatkan doa bersama. Tradisi ini memiliki fungsi sosial (merekatkan kebersamaan) dan fungsi ekologis (mengingatkan manusia untuk menjaga tanah).
GLOSARIUM
- Agraris: Sektor atau kawasan yang berbasis pada kegiatan pertanian dan pengelolaan tanah.
- Humus: Sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah mengalami pembusukan dan menjadikan tanah berwarna gelap serta sangat subur.
- Inkuiri: Proses pembelajaran berbasis penyelidikan, pengamatan, dan penemuan jawaban secara mandiri/kelompok.
- Ketenagakerjaan Agraris: Mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada hasil olahan lahan pertanian.
- Culturally Responsive Teaching (CRT): Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kebudayaan dan kearifan lokal peserta didik ke dalam materi pelajaran.
- Sedekah Bumi: Tradisi adat masyarakat agraris sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dan keberimpahan rezeki dari tanah.
- Zat Hara: Unsur-unsur nutrisi di dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Kesuburan tanah adalah anugerah alam yang menyediakan nutrisi bagi tanaman untuk menghasilkan produk pertanian yang berlimpah. Masyarakat agraris merespons keberimpahan hasil bumi ini bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara budaya dan spiritual melalui tradisi syukur (seperti Sedekah Bumi). Tradisi tersebut merupakan wujud pemuliaan terhadap alam, ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta, serta komitmen sosial untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS
Topik: Potensi Agraris, Kesuburan Tanah, dan Tradisi Syukur Masyarakat
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ... |
| Kelas / Fase | Kelas V / C |
| Nomor Absen | ... |
| Tanggal | ... |
A. Tujuan Kegiatan
- Mengidentifikasi faktor penyebab kesuburan tanah di sekitar lingkungan Wringin Anom.
- Mengumpulkan informasi mengenai tradisi syukurnya masyarakat melalui teknik wawancara narasumber.
- Menghubungkan antara kesuburan tanah, hasil bumi, dan tradisi lokal Sedekah Bumi.
B. Alat dan Bahan
- Alat tulis.
- Pedoman wawancara pada LKPD.
- Sampel hasil bumi/gambar pendukung.
C. Langkah Kerja
Langkah 1: Penyelidikan Sains Tanah (Visual & Pengamatan)
Amatilah sampel tanah / gambar tanah subur yang ditayangkan pada Smart TV. Tuliskan ciri-ciri tanah subur pada tabel di bawah ini:
| No | Ciri-Ciri Tanah Subur | Hasil Bumi yang Cocok Ditanam |
|---|---|---|
| 1 | ... | ... |
| 2 | ... | ... |
| 3 | ... | ... |
Langkah 2: Kegiatan Wawancara Narasumber (Diferensiasi Proses)
Lakukan wawancara bersama kelompokmu kepada Narasumber (Petani/Tokoh Masyarakat) yang hadir dengan menggunakan pertanyaan berikut:
Pertanyaan Wawancara 1:
"Apa saja hasil bumi utama yang dipanen dari tanah desa Wringin Anom?"
Jawaban Narasumber:
......................................................................................................
Pertanyaan Wawancara 2:
"Mengapa masyarakat di desa kita mengadakan acara Sedekah Bumi setelah panen raya?"
Jawaban Narasumber:
......................................................................................................
Pertanyaan Wawancara 3:
"Apa yang dilakukan warga terhadap tanah dan lingkungan agar panen berikutnya tetap berhasil?"
Jawaban Narasumber:
......................................................................................................
Langkah 3: Analisis dan Hubungan Konsep
Buatlah rantai hubungan (sebab-akibat) berdasarkan hasil penyelidikan dan wawancara di atas:
[ Kondisi Tanah Subur ] -> Menyebabkan -> [ Hasil Panen / Hasil Bumi ... ] -> Memicu Rasa Syukur -> Diwujudkan dalam Adat [ ... ] -> Pesan Moral: [ ... ]
D. Kesimpulan Kelompok
Tuliskan kesimpulan akhir kelompokmu mengenai hubungan antara kesuburan tanah dengan tradisi syukurnya masyarakat:
......................................................................................................
