Materi-IPAS-BAB-1-07-Kebudayaan Bahari & Tradisi Maritim

KEBUDAYAAN BAHARI DAN TRADISI MARITIM

Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS) 
Kelas : V SD | KURIKULUM MERDEKA
Presentasi : 
Latihan Soal : 

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengamati gambar kapal berlayar besar yang diukir pada dinding Candi Borobudur?
  2. Mengapa nenek moyang bangsa Indonesia mampu membuat Kapal Pinisi yang tangguh melayari lautan luas tanpa mesin modern?
  3. Apa hubungan antara keberadaan kapal-kapal kuno tersebut dengan pesta air atau festival perahu yang masih diselenggarakan di daerah kita?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Nusantara memiliki jejak sejarah kebaharian yang sangat kuat. Pada abad ke-8 Masehi, kerajaan-kerajaan maritim di Nusantara telah menguasai jalur perdagangan laut kawasan Asia Tenggara. Bukti otentik keunggulan ini terpahat secara detail pada dinding Candi Borobudur berupa relief kapal bercadik. Teknologi perkapalan kuno ini terus berkembang hingga lahirnya Kapal Pinisi oleh suku Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal Pinisi dibuat menggunakan prinsip-prinsip kearifan lokal yang selaras dengan alam, di mana konstruksi lambung dibuat terlebih dahulu sebelum pemasangan gading-gading kapal. Keahlian pembuatan kapal tradisional ini berakulturasi dengan budaya kemaritiman dalam bentuk tradisi perairan, seperti pesta laut, larung sesaji, dan festival perahu hias yang diadakan di berbagai daerah perairan Indonesia.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut yang sangat hebat? Ribuan tahun yang lalu, para leluhur kita sudah bisa membuat kapal kayu besar yang tangguh. Kita bisa melihat bukti keberadaan kapal tersebut pada ukiran batu di dinding Candi Borobudur. Kapal tersebut memiliki cadik di sampingnya agar tidak mudah terbalik saat dihantam gelombang laut.

Selain itu, Indonesia juga memiliki Kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan. Kapal Pinisi sangat unik karena dibuat dari kayu tanpa menggunakan paku besi sama sekali. Kapal ini terkenal di seluruh dunia dan diakui oleh PBB melalui UNESCO. Sampai sekarang, kecintaan bangsa kita terhadap laut dan air diwujudkan dalam bentuk festival perahu atau pesta air di daerah kita. Melalui festival perahu, masyarakat berkumpul, menghias perahu, dan bersyukur atas rezeki air yang berlimpah.

MATERI PEMBELAJARAN

Kapal Kuno pada Relief Candi Borobudur

Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8 sampai ke-9 Masehi menyimpan bukti sejarah kebaharian Nusantara. Pada dinding reliefnya, terdapat pahatan kapal bercadik yang memiliki layar membentang, tiang ganda, dan kemudi ganda. Relief ini membuktikan bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki teknologi perkapalan tingkat tinggi yang sanggup mengarungi samudera hingga ke benua lain.

Kapal Pinisi: Mahakarya Maritim Indonesia

Kapal Pinisi adalah kapal layar tradisional khas suku Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal ini dibuat menggunakan kayu tanpa paku besi dan dirakit memakai teknik tradisional berdasarkan pengetahuan turun-temurun. Kapal Pinisi telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage), melambangkan ketangguhan, ketelitian, dan kearifan lokal bangsa Indonesia.

Festival Perahu dan Tradisi Air Lokal

Tradisi air dan festival perahu merupakan manifestasi budaya yang lahir dari rasa syukur serta penghormatan terhadap sumber daya air. Di berbagai daerah, termasuk wilayah lokal sekitar, tradisi melarung sesaji perahu, lomba perahu hias, atau pesta air dilakukan secara turun-temurun. Tradisi ini menjaga ikatan sosial masyarakat sekaligus melestarikan ingatan sejarah kebaharian bangsa.

GLOSARIUM

  1. Relief: Seni pahat atau ukiran 3-dimensi yang dibuat di atas batu atau dinding bangunan kuno seperti candi.
  2. Cadik: Ciri khas perahu tradisional berupa bambu atau kayu yang dipasang di samping kanan-kiri lambung perahu untuk menjaga keseimbangan di atas air.
  3. Kapal Pinisi: Kapal layar tradisional khas suku Bugis-Makassar yang menggunakan dua tiang layar utama dan tujuh helai layar.
  4. Contextual Teaching & Learning (CTL): Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik.
  5. UNESCO: Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengakui warisan budaya dunia.
  6. Festival Air: Perayaan adat atau tradisi budaya masyarakat lokal di area perairan sebagai bentuk rasa syukur dan pelestarian nilai sejarah kebaharian.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Nusantara merupakan bangsa bahari dengan sejarah perkapalan yang maju sejak masa lampau, terbukti dari relief kapal pada Candi Borobudur dan mahakarya Kapal Pinisi. Tradisi air dan festival perahu lokal yang ada saat ini merupakan cerminan dari warisan nilai-nilai leluhur yang harus dipahami, dihargai, dan dilestarikan oleh generasi muda untuk memperkuat identitas kebangsaan.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Anggota Kelompok1. .................................................
2. .................................................
3. .................................................
4. .................................................
5. .................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Nomor Absen..... / ..... / ..... / ..... / .....
Tanggal.................................................

Judul Aktivitas: Menelusuri Warisan Bahari Nusantara dan Festival Air Lokal

Tujuan Aktivitas

  1. Menganalisis ciri-ciri kapal kuno pada relief Candi Borobudur dan keunggulan Kapal Pinisi.
  2. Mengidentifikasi hubungan antara keahlian maritim masa lalu dengan tradisi festival perahu lokal saat ini.

Petunjuk Kerja

  1. Amatilah tayangan gambar/video mengenai relief kapal Candi Borobudur dan Kapal Pinisi yang ditampilkan guru pada Smart TV!
  2. Bacalah bahan ajar (infografis/artikel bergambar) yang telah dibagikan kepada kelompokmu!
  3. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama anggota kelompokmu!
  4. Tuangkan hasil diskusi kelompokmu ke dalam bentuk Peta Pikiran Kreatif pada kolom yang telah disediakan!

Pertanyaan Diskusi Kelompok

  1. Berdasarkan pengamatan visual pada relief Candi Borobudur, sebutkan 3 bagian unik dari kapal kuno Nusantara dan jelaskan perannya!

Jawaban:.................................................................................................................................

  1. Mengapa Kapal Pinisi ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia? Sebutkan keunikan utama dalam pembuatan Kapal Pinisi!

    Jawaban:.................................................................................................................................

    1. Jelaskan bagaimana tradisi festival perahu di daerah lokal kita mencerminkan nilai-nilai sejarah perkapalan Nusantara masa lalu!

      Jawaban:.................................................................................................................................

      1. Tuliskan 2 upaya konkret yang dapat kalian lakukan sebagai siswa kelas V untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya maritim serta festival air lokal!

      Jawaban:.................................................................................................................................

        Lembar Kerja Peta Pikiran Kelompok

        (Buatlah peta pikiran visual mengenai: Kapal Relief Borobudur -> Kapal Pinisi -> Festival Perahu Lokal -> Upaya Pelestarian)

        Ruang Peta Pikiran Kreatif Kelompok










        Comments
        0 Comments