Materi-IPAS-BAB-1-07-Kebudayaan Bahari & Tradisi Maritim
KEBUDAYAAN BAHARI DAN TRADISI MARITIM | ||
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas | : | V (Lima) |
| Presentasi | : | Youtube | PPTX |
| Modul Ajar | : | |
| Latihan Soal | : | Soal PDF | Soal TKA |
Pertanyaan Kontekstual Awal
Mengapa Indonesia disebut sebagai negara maritim dan mengapa nenek moyang kita pandai membuat perahu layar tanpa mesin yang kuat melintasi lautan?
Pertanyaan Analitis
Pernahkah kalian melihat atau mendengar acara Petik Laut atau Festival Air di daerah kita? Menurut kalian, mengapa masyarakat pesisir melarungkan sesaji atau mengadakan perayaan di air?
Pertanyaan Nilai dan Kelestarian
Apa yang akan terjadi pada kehidupan nelayan dan kelestarian laut jika kita tidak lagi menjaga tradisi dan kebersihan perairan kita?
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Kebudayaan bahari Indonesia merupakan bentuk adaptasi ekologis masyarakat kepulauan. Tradisi perkapalan seperti Pinisi dari Sulawesi Selatan menunjukkan kearifan teknologi lokal yang memanfaatkan angin muson dan ilmu perbintangan (astronomi). Di sisi lain, festival air seperti Petik Laut di Jawa Timur atau Festival Senggigi di NTB merupakan bagian dari tradisi bahari yang mengandung fungsi spiritual, ekologis, dan perekat hubungan sosial. Pemahaman mendalam mengenai materi ini menuntut guru untuk tidak sekadar mengajarkan fakta sejarah, tetapi mengaitkannya dengan pentingnya menjaga ekosistem laut masa kini dari ancaman sampah plastik dan eksploitasi berlebihan.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat indah? Nenek moyang kita sejak dahulu kala adalah pelaut yang hebat. Mereka membangun perahu kayu yang kuat seperti Kapal Pinisi dan Perahu Sandeq tanpa menggunakan mesin. Selain pandai membuat perahu, masyarakat yang tinggal di dekat laut atau sungai sering mengadakan perayaan seru seperti Festival Perahu dan Tradisi Petik Laut. Acara ini dibuat sebagai tanda terima kasih kepada Tuhan atas ikan yang berlimpah dan doa agar para nelayan selalu selamat saat berlayar. Kita harus bangga dan ikut menjaga kebersihan laut dan sungai kita!
MATERI PEMBELAJARAN
Kebudayaan Bahari dan Identitas Maritim Nusantara
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi geografis ini membentuk pola kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut, sehingga melahirkan kebudayaan bahari yang mencakup pengetahuan navigasi, astronomi tradisional, hingga sistem kepercayaan lokal.
Warisan Budaya Perkapalan Tradisional
- Kapal Pinisi (Suku Bugis/Makassar): Mahakarya pembuatan kapal kayu tanpa paku besi yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
- Perahu Sandeq (Suku Mandar): Perahu bercadik tercepat yang memanfaatkan tenaga angin secara efisien.
- Perahu Jukung dan Patorani: Perahu tradisional nelayan yang dirancang khusus sesuai karakteristik perairan lokal.
Tradisi dan Festival Air Lokal
- Tradisi Petik Laut / Larung Sesaji: Wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah serta doa keselamatan bagi para nelayan.
- Festival Perahu Bidar / Festival Sungai: Lomba perahu tradisional yang melatih kekompakan serta melestarikan jalur transportasi air masa lalu.
- Nilai Filosofis: Keseimbangan antara manusia, pencipta, dan alam perairan.
Tantangan dan Pelestarian Kebudayaan Bahari
Modernisasi dan pencemaran laut menjadi ancaman bagi tradisi maritim. Pelestarian dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan perairan, mendukung festival budaya lokal, dan mempelajari sejarah bahari Nusantara.
GLOSARIUM
- Bahari: Hal yang berhubungan dengan laut atau kelautan.
- Contextual Teaching and Learning (CTL): Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa.
- Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep yang mendalam, keterlibatan aktif, serta pengalaman belajar yang bermakna, penuh kesadaran, dan menyenangkan.
- Festival Air: Acara perayaan atau pesta rakyat yang diselenggarakan di atas air (laut, sungai, atau danau) untuk memperingati tradisi tertentu.
- Kapal Pinisi: Kapal layar tradisional khas suku Bugis dan Makassar yang terbuat dari kayu tanpa paku besi.
- Kearifan Lokal: Gagasan atau nilai-nilai setempat yang bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
- Larung Sesaji / Petik Laut: Tradisi ritual masyarakat pesisir Jawa sebagai wujud rasa syukur atas hasil laut dengan melarungkan persembahan ke tengah laut.
- Maritim: Hal yang berkenaan dengan laut, terutama yang berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan laut.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Masyarakat Indonesia sebagai bangsa maritim memiliki kebudayaan bahari yang kaya yang tercermin dari teknologi perkapalan tradisional dan ritual/festival air. Kebudayaan ini bukan sekadar tradisi nenek moyang, melainkan wujud adaptasi manusia terhadap alam, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta media perekat tali silaturahmi antarwarga. Memahami kebudayaan bahari membantu kita menjaga identitas bangsa dan merawat kelestarian perairan di sekeliling kita.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Anggota Kelompok | 1. ................................................. 2. ................................................. 3. ................................................. 4. ................................................. |
| Kelas / Fase | V / C |
| Nomor Absen | ..... , ..... , ..... , ..... |
| Tanggal Pelaksanaan | ................................................. |
Judul Aktivitas: Menguak Pesona Warisan Bahari dan Festival Air Nusantara
Petunjuk Kerja Kelompok
- Amatilah media visual (gambar / video / infografis) yang telah diberikan oleh guru pada meja kelompok masing-masing!
- Diskusikan jawaban atas pertanyaan analisis di bawah ini bersama teman kelompokmu!
- Tuliskan/gambarkan hasil diskusimu pada kolom yang telah disediakan secara rapi dan menarik!
Lembar Analisis Kontekstual
Soal 1: Identifikasi Tokoh dan Objek Bahari
Berdasarkan media visual yang kalian amati, sebutkan nama jenis perahu tradisional atau festival air yang menjadi fokus pengamatan kelompokmu! Jelaskan ciri-ciri fisik utama dari perahu atau perayaan tersebut!
Jawaban:
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Soal 2: Analisis Fungsi dan Geografi
Mengapa masyarakat pesisir di masa lalu menciptakan jenis perahu tersebut atau menggelar festival air tersebut? Apa hubungannya dengan tempat tinggal mereka di tepi laut/sungai?
Jawaban:
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Soal 3: Nilai Kearifan Lokal dan Pelestarian
Nilai kebaikan apa (seperti rasa syukur, gotong royong, atau menjaga alam) yang dapat kita pelajari dari tradisi maritim tersebut? Menurut kelompokmu, bagaimana cara anak-anak usia sekolah seperti kalian ikut melestarikan kebudayaan bahari tersebut?
Jawaban:
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Ruang Karya Visual Kelompok
Buatlah sketsa peta pikiran atau infografis sederhana yang menggambarkan hubungan antara Manusia - Laut - Tradisi berdasarkan hasil analisis kalian di atas!
( Ruang Kosong untuk Menggambar / Menempelkan Gambar Visual )
