Materi-IPAS-BAB-2-06. Hubungan SDA dan Perekonomian Daerah
HUBUNGAN SDA DAN PEREKONOMIAN DAERAH | ||
| Mata Pelajaran | : | Pendidikan Pancasila |
| Kelas | : | V (Lima) |
| Presentasi | : | - |
| Modul Ajar | : | |
| Latihan Soal | : | Soal PDF | |
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa tanaman teh dan kopi banyak tumbuh subur di daerah pegunungan, sedangkan tanaman kelapa dan garam banyak ditemukan di pesisir pantai?
- Mengapa daerah tempat tinggal kita (Wringin Anom) memiliki hasil pertanian atau perkebunan tertentu yang sangat melimpah?
- Apa yang akan terjadi jika kita memaksakan menanam padi di lahan tandus yang sangat kering?
BAHAN BACAAN
Pengaruh Kondisi Geografis Terhadap Potensi Komoditas Daerah
Kondisi geografis adalah keberadaan suatu wilayah dilihat dari keadaan alam permukaan buminya. Keadaan alam ini mencakup bentuk bentang alam (dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, pantai), kondisi tanah, ketersediaan air, serta iklim dan suhu udara.
Setiap tumbuhan dan sumber daya alam membutuhkan kondisi lingkungan tertentu untuk tumbuh secara optimal. Sebagai contoh:
- Dataran Tinggi (ketinggian >600 m di atas permukaan laut) memiliki suhu yang sejuk. Kondisi ini sangat diminati oleh tanaman seperti kopi, teh, kentang, dan kubis.
- Dataran Rendah (ketinggian 0-200 m di atas permukaan laut) memiliki suhu yang lebih hangat. Wilayah ini ideal untuk pertanian padi, tebu, jagung, tembakau, serta peternakan unggas dan unggas bertelur. Wilayah Wringin Anom tergolong dataran rendah yang subur.
- Pesisir Pantai merupakan daerah perbatasan daratan dan laut. Komoditas utamanya berasal dari sektor kelautan seperti ikan laut, udang, garam, dan tanaman kelapa.
Keberhasilan masyarakat dalam memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi geografisnya akan menentukan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal tersebut.
MATERI PEMBELAJARAN
Bentang Alam dan Kondisi Geografis
- Dataran Tinggi: Suhu sejuk, curah hujan tinggi, cocok untuk teh, kopi, sayuran hias, dan hortikultura.
- Dataran Rendah: Suhu hangat hingga panas, tanah aluvial subur, cocok untuk padi, tebu, jagung, dan tembakau.
- Wilayah Pesisir/Pantai: Udara panas, tanah berpasir/kadar garam tinggi, cocok untuk kelapa, tambak udang/bandeng, dan rumput laut.
Komoditas Unggulan Daerah Wringin Anom
- Komoditas Pertanian/Perkebunan: Tebu (bahan baku gula), jagung, tembakau, serta tanaman hortikultura lokal.
- Keterkaitan Geografis: Wilayah Wringin Anom dominan dataran rendah dengan intensitas cahaya matahari yang memadai dan ketersediaan sistem irigasi, sangat mendukung optimalisasi tanaman tebu dan palawija.
GLOSARIUM
- Komoditas: Barang dagangan utama; hasil pertanian, perkebunan, atau pertambangan yang dapat diperdagangkan.
- Geografis: Letak atau kondisi suatu daerah ditinjau dari segi permukaannya di bumi.
- Inquiry Learning: Model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif untuk mencari, menyelidiki, dan menemukan jawaban sendiri atas suatu masalah.
- Dataran Rendah: Hamparan luas tanah dengan tingkat ketinggian yang diukur dari permukaan laut adalah relatif rendah (sampai dengan 200 meter di atas permukaan laut).
- Kearifan Lokal: Gagasan, nilai, atau pandangan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Kondisi geografis suatu daerah menentukan karakteristik iklim, tanah, dan ketersediaan air yang berpengaruh langsung terhadap komoditas unggulan yang dapat dibudidayakan. Dengan mengenali komoditas unggulan daerah sendiri, masyarakat dapat memanfaatkan potensi alam secara bijak, meningkatkan perekonomian lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Anggota Kelompok | 1. ..................... 2. ..................... 3. ..................... 4. ..................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| Nomor Absen | .......................................................................................... |
| Tanggal Aktivitas | .......................................................................................... |
Judul Aktivitas: Penyelidikan Komoditas Unggulan Daerahku
Tujuan Aktivitas
Menemukan hubungan antara kondisi geografis daerah Wringin Anom dengan produk komoditas unggulan yang dihasilkan.
Alat dan Media Penyelidikan yang Dipilih (Beri tanda centang pada salah satu)
[ ] Internet (Laptop)
[ ] Buku Bacaan / Ensiklopedia
[ ] Wawancara / Teks Narasumber
Langkah Kerja Penyelidikan
- Amati gambar bentang alam Wringin Anom yang ditampilkan di Smart TV!
- Lakukan pencarian informasi melalui media yang telah kelompokmu pilih!
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan penyelidikan di bawah ini berdasarkan hasil diskusi kelompokmu!
Tabel Hasil Penyelidikan
| No | Kondisi Geografis (Dataran Tinggi / Rendah / Pesisir) | Komoditas Unggulan yang Dihasilkan | Alasan Mengapa Tanaman / Produk Tersebut Cocok |
|---|---|---|---|
| 1 | |||
| 2 | |||
| 3 |
Analisis Hasil Inquiry
- Mengapa wilayah Wringin Anom sangat cocok untuk pengembangan komoditas tersebut di atas?
Jawaban: .......................................................................................................................
- Apa manfaat yang didapatkan oleh masyarakat lokal dengan adanya komoditas unggulan tersebut?
Jawaban: .......................................................................................................................
Kesimpulan Kelompok
Kondisi geografis daerah kita termasuk ke dalam bentuk ............................, sehingga komoditas SDA utama yang menjadi unggulan daerah adalah ........................... yang berdampak pada perekonomian masyarakat.