Materi-IPAS-BAB-1-05-Pengaruh Bentang Alam terhadap Mata Pencaharian
PENGARUH BENTANG ALAM TERHADAP MATA PENCAHARIAN
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan tinggi memiliki jenis pekerjaan yang berbeda dengan masyarakat yang tinggal di atas permukaan laut?
- Bagaimana warga Suku Bajo dapat menggantungkan hidupnya di perairan, sementara warga Kota Mulia bertahan hidup di dataran tinggi yang sangat dingin?
- Apa jenis bentang alam di sekitar Wringin Anom dan bagaimana hal tersebut memengaruhi pekerjaan orang tua atau masyarakat di sekitar kita?
BAHAN BACAAN
Keberagaman Bentang Alam dan Mata Pencaharian di Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman bentuk permukaan bumi atau bentang alam. Bentang alam mencakup dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, sungai, hingga perairan laut. Perbedaan bentang alam ini memengaruhi suhu udara, ketersediaan air, dan jenis tanaman yang dapat tumbuh, yang pada akhirnya memengaruhi mata pencaharian masyarakatnya.
Di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, bentang alam didominasi oleh padang rumput atau sabana yang luas. Karakteristik iklim yang cenderung kering membuat masyarakat Sumba banyak memanfaatkan padang rumput untuk berternak hewan seperti kuda dan sapi, serta bertani tanaman pangan tahan kering seperti jagung.
Di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, bentang alamnya merupakan dataran tinggi dan lembah yang dikelilingi pegunungan terjal. Berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, udara di sini sangat dingin. Masyarakatnya beradaptasi dengan berkebun umbi-umbian, sayuran dingin, dan berdagang.
Di Wonosobo, Jawa Tengah, bentang alam pegunungan berudara sejuk dan bernah tanah vulkanik yang subur. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk menjadi petani kentang, teh, hortikultura, serta mengelola sektor pariwisata alam.
Sementara itu, Suku Bajo yang tersebar di wilayah perairan Indonesia, seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara, memiliki cara hidup yang unik. Mereka membangun pemukiman di atas air laut dan pesisir. Mata pencaharian utama mereka bergantung penuh pada laut, seperti nelayan, pembudidaya rumput laut, dan pemandu wisata bahari.
Di daerah kita, Wringin Anom, bentang alam yang ada juga menentukan bagaimana masyarakatnya bekerja. Sebagian besar wilayah berupa dataran yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan usaha-usaha lokal pendukung.
MATERI PEMBELAJARAN
Bentang Alam dan Adaptasi Mata Pencaharian
Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi yang terbentuk secara alami. Perbedaan suhu, curah hujan, ketinggian, dan ketersediaan air membentuk pola kehidupan dan mata pencaharian yang khas.
Studi Kasus 4 Wilayah Indonesia
- Padang Sabana Sumba (Nusa Tenggara Timur): Bentang alam berupa padang rumput luas beriklim cenderung kering. Mata pencaharian utama meliputi peternak kuda/sapi, petani jagung, dan pengrajin tenun ikat motif lokal.
- Dataran Tinggi Kota Mulia (Papua): Daerah puncak pegunungan yang sangat dingin dan terisolasi. Mata pencaharian berfokus pada pertanian sayur dan umbi-umbian tahan dingin, pembudidaya tanaman lokal, serta pedagang kebutuhan pokok.
- Dataran Tinggi Wonosobo (Jawa Tengah): Kawasan pegunungan subur berudara sejuk. Mata pencaharian didominasi oleh petani kentang, teh, hortikultura, serta pemandu wisata alam/pegunungan.
- Perairan Laut Suku Bajo (Sulawesi/Nusa Tenggara): Bentang alam pesisir dan laut lepas. Masyarakat tinggal di rumah panggung/perahu dan bekerja sebagai nelayan tangkap, pembudidaya teripang/rumput laut, dan pemandu wisata bahari.
Integrasi Kearifan Lokal Wringin Anom
Kondisi wilayah Wringin Anom yang didominasi dataran dengan potensi pertanian dan usaha lokal mengarahkan masyarakatnya pada sektor pertanian, perdagangan, dan pengolahan hasil bumi lokal.
GLOSARIUM
- Bentang Alam: Ciri fisik permukaan bumi yang terbentuk secara alami, seperti gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, dan laut.
- Sabana: Padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon keras, umumnya berada di daerah beriklim agak kering.
- Suku Bajo: Suku bangsa di Indonesia yang dikenal sebagai pengembara laut dan tinggal di daerah pesisir atau atas permukaan air laut.
- Adaptasi Geografis: Penyesuaian diri manusia, baik gaya hidup maupun mata pencaharian, terhadap kondisi alam lingkungan sekitarnya.
- Kearifan Lokal: Gagasan, nilai, atau potensi khas suatu daerah yang bijaksana dan diikuti oleh masyarakat setempat secara turun-temurun.
- Cooperative Learning: Model pembelajaran gotong royong di mana peserta didik bekerja sama dalam kelompok kecil untuk saling membantu memahami materi.
PEMAHAMAN BERMAKNA
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Anggota Kelompok | 1. ................................................. 2. ................................................. 3. ................................................. 4. ................................................. |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| Nomor Absen | ..... / ..... / ..... / ..... |
| Tanggal | ................................................. |
Judul Aktivitas
Menganalisis Hubungan Bentang Alam dengan Mata Pencaharian Masyarakat Indonesia dan Potensi Lokal Wringin Anom.
Petunjuk Kerja
- Pastikan setiap anggota telah membawa informasi dari Kelompok Ahli masing-masing.
- Isilah tabel analisis 4 wilayah di bawah ini secara berdiskusi!
- Diskusi bersama untuk menjawab bagian Kearifan Lokal Wringin Anom!
- Buatlah kesimpulan bersama pada bagian akhir!
Tabel Analisis Studi Kasus 4 Wilayah
| Nama Wilayah | Bentang Alam | Kondisi Iklim / Air | Jenis Pekerjaan Masyarakat |
|---|---|---|---|
| Sumba (NTT) | Padang Sabana Luas | Kering, curah hujan rendah | .................................................................... |
| Kota Mulia (Papua) | Dataran Tinggi / Puncak Pegunungan | SANGAT dingin, sering kabut | .................................................................... |
| Wonosobo (Jawa Tengah) | Dataran Tinggi / Pegunungan | Sejuk dan subur | .................................................................... |
| Suku Bajo | Perairan Laut / Pesisir | Lautan luas, kaya sumber daya laut | .................................................................... |
Analisis Kearifan Lokal Wringin Anom
- Bagaimana bentuk bentang alam utama yang ada di sekitar daerah Wringin Anom?
Jawaban: ............................................................................................................................
- Sebutkan 3 jenis mata pencaharian yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat di sekitar Wringin Anom beserta alasannya!
Jawaban: ............................................................................................................................
Kesimpulan Kelompok
Mengapa pekerjaan manusia berbeda-beda di setiap tempat?
Jawaban: ............................................................................................................................