Materi-BI-BAB-1-03 Teks Keteguhan Heo Peristiwa Gunung Tambora 1815
BAHASA INDONESIA KELAS - V SD | KURIKULUM MERDEKA
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pernahkah kalian mengalami masa sulit atau bencana, dan apa yang membuat kalian tetap bertahan serta tidak menyerah?
- Bagaimana perasaan masyarakat di Pulau Sumbawa ketika Gunung Tambora meletus secara dahsyat ratusan tahun yang lalu?
- Sifat apa saja yang ditunjukkan oleh tokoh Heo ketika menghadapi kehancuran akibat letusan gunung berapi?
- Mengapa kisah perjuangan tokoh Heo pada masa lalu penting untuk kita pelajari saat ini?
BAHAN BACAAN
Heo dan Ketangguhan di Bawah Bayangan Gunung Tambora
Oleh: Didik Sadi, S.Pd.
Pada suatu masa di awal bulan April tahun 1815, matahari bersinar hangat di atas Kerajaan Pekat, sebuah wilayah subur yang terletak di kaki Gunung Tambora, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Heo bersama adiknya, Rinjani. Heo dikenal sebagai pemuda yang rajin, penyayang keluarga, dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Pada tanggal 5 April 1815, bumi di kaki Gunung Tambora mulai bergetar hebat. Suara guruh yang sangat dahsyat menggelegar dari puncak gunung. Puncaknya terjadi pada tanggal 10 April 1815, ketika Gunung Tambora meletus secara dahsyat. Erupsi besar melontarkan jutaan ton abu vulkanik, batu, dan gas panas melambung tinggi menutupi angkasa. Dalam seketika, siang hari yang cerah berubah menjadi malam yang gelap gulita. Hujan abu dan batu melanda permukiman warga.
Kepanikan melanda seluruh penjuru desa. Orang-orang berlarian tanpa arah di tengah kegelapan yang mencekam. Dalam situasi darurat tersebut, Heo tidak mementingkan dirinya sendiri. Dengan cekatan, ia merangkul adiknya dan menuntun beberapa tetangga lanjut usia yang terjebak di dalam rumah. Suasana sangat sulit karena udara terasa menyesakkan akibat abu tebal. Banyak orang yang hampir putus asa dan hendak menyerah di tepi jalan.
Namun, Heo memiliki jiwa yang sangat pantang menyerah. "Jangan berhenti sekarang! Terus bergerak menuju arah pantai timur, kita pasti bisa melewati kegelapan ini bersama-sama!" teriak Heo memberi semangat kepada warga. Meskipun kakinya terluka terkena kerikil panas dan nafasnya terasa berat, Heo tetap memanggul perbekalan air bersih dan membantu menuntun warga berjalan berkilo-kilometer menembus hujan abu menuju area pengungsian yang lebih aman.
Setelah letusan mulai mereda, wilayah sekitar Gunung Tambora mengalami kerusakan yang sangat parah. Tumbuhan mati, air bersih sulit ditemukan, dan rumah-rumah hancur tertimbun materi vulkanik. Banyak warga merasa sedih dan tidak memiliki harapan lagi. Kembali, sifat ketangguhan Heo bersinar. Ia memelopori para pemuda penyintas untuk menggali sumber air bersih baru, mengumpulkan sisa-sisa bahan bangunan, dan bersama-sama mendirikan tenda pemukiman darurat.
Heo membuktikan bahwa meskipun bencana dahsyat Gunung Tambora telah menghancurkan tempat tinggal mereka, bencana tersebut tidak mampu menghancurkan semangat dan ketangguhan jiwa mereka. Berkat keberanian dan sikap pantang menyerah Heo, banyak warga desa yang berhasil selamat dan mampu membangun kembali kehidupan yang baru di tanah Nusa Tenggara Barat. Kisah keberanian Heo terus dikenang sebagai simbol pantang menyerah rakyat NTB dalam menghadapi ujian sejarah.
MATERI PEMBELAJARAN
Teks Narasi Sejarah Lokal NTB
Teks narasi berjudul "Heo dan Ketangguhan di Bawah Bayangan Gunung Tambora". Teks menceritakan tentang pemuda bernama Heo dari Kerajaan Pekat yang hidup di kaki Gunung Tambora pada April 1815. Ketika gunung meletus dahsyat, Heo menunjukkan keberanian dan sikap pantang menyerah dengan menyelamatkan adiknya dan warga desa dari hujan abu serta gelombang pasang, serta memimpin warga membangun permukiman baru pascabencana.
Unsur-Unsur Pembentuk Teks Narasi Sejarah
- Tokoh dan Penokohan: Tokoh utama (Heo - bijaksana, berani, pantang menyerah) dan tokoh pendukung.
- Latar: Latar tempat (Kaki Gunung Tambora, Kerajaan Pekat, Pulau Sumbawa NTB), Latar waktu (April 1815), Latar suasana (mencekam, haru, penuh perjuangan).
- Alur Peristiwa: Awal (keadaan sebelum letusan), Konflik (letusan dahsyat dan penyelamatan), Penyesuaian/Puncak (perjuangan bertahan di tengah kegelapan abu), Penyelesaian (bangkit membangun desa baru).
- Kosakata Khusus/Istilah Sejarah: Erupsi, detonasik, hujan abu, pengungsian, kearifan lokal, penyintas.
GLOSARIUM
- Erupsi: Peristiwa letusan gunung berapi yang mengeluarkan material seperti lava, gas, dan abu vulkanik ke permukaan bumi.
- Penyintas: Orang yang berhasil bertahan hidup dari suatu bencana, musibah, atau kondisi yang sangat membahayakan.
- Detonasi: Peledakan yang terjadi secara amat cepat dan menimbulkan gelombang kejut dengan suara yang sangat keras.
- Evakuasi: Tindakan pemindahan penduduk secara terencana dari daerah yang berbahaya menuju daerah yang aman dari bencana.
- Kearifan Lokal: Gagasan, nilai-nilai, atau pandangan hidup suatu masyarakat di daerah tertentu yang bersifat bijaksana dan diwariskan secara turun-temurun.
- Abu Vulkanik: Material halus berukuran pasir hingga debu yang dilontarkan oleh gunung berapi saat terjadi letusan.
- Ketangguhan (Resilience): Kemampuan seseorang atau kelompok untuk bertahan, bangkit, dan pulih kembali setelah mengalami masa sulit atau bencana.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Sejarah lokal bukan sekadar rekaman bencana di masa lalu, melainkan warisan nilai ketangguhan jiwa manusia. Melalui kisah tokoh Heo pada peristiwa letusan Gunung Tambora tahun 1815, kita belajar bahwa di tengah cobaan alam yang paling dahsyat sekalipun, sikap pantang menyerah, kesetiakawanan, dan optimisme akan menjadi pendorong utama untuk bertahan hidup dan bangkit kembali.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik / Kelompok | |
| Kelas / No. Absen | |
| Tanggal |
Petunjuk Kerja LKPD
- Bacalah teks narasi sejarah "Heo dan Ketangguhan di Bawah Bayangan Gunung Tambora" bersama pasangan kelompokmu.
- Lingkari kosakata baru yang belum kamu pahami dan carilah artinya bersama kelompok.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan analisis karakter dan alur cerita di bawah ini.
- Lengkapilah Grafik Organiser Peta Alur Peristiwa bersama kelompokmu secara kreatif.
Bagian A: Menemukan Kosakata Sejarah
Jodohkanlah kosakata di kolom kiri dengan arti yang tepat di kolom kanan!
- Erupsi - ( ... )
- Penyintas - ( ... )
- Detonasi - ( ... )
- Evakuasi - ( ... )
Pilihan Arti:
A. Orang yang berhasil selamat dari bencana alam atau peristiwa berbahaya.
B. Peledakan atau letusan yang sangat keras dan cepat.
C. Proses pemindahan penduduk dari daerah berbahaya ke tempat yang aman.
D. Peristiwa pelepasan material gunung berapi seperti gas, abu, dan lahar.
Bagian B: Analisis Character Tokoh Heo
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas berdasarkan bacaan!
- Siapakah tokoh Heo dan di mana tempat tinggalnya sebelum Gunung Tambora meletus?
Jawab:
- Tuliskan 3 tindakan nyata yang dilakukan tokoh Heo saat Gunung Tambora meletus yang membuktikan bahwa ia memiliki sifat pantang menyerah!
Jawab:
a. .................
b. .................
c. .................
- Mengapa Heo tidak langsung melarikan diri sendirian saat melihat langit mulai gelap dan tertutup abu vulkanik?
Jawab:
- Nilai kebaikan apa yang bisa kamu pelajari dari perjuangan tokoh Heo untuk kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah?
Jawab:
Bagian C: Peta Alur Cerita Kelompok (Graphic Organizer)
Isilah bagan alur peristiwa di bawah ini bersama kelompokmu!
- PERISTIWA AWAL (Kondisi desa Heo sebelum meletus):
- KONFLIK UTAMA (Saat Gunung Tambora meletus dahsyat):
- PERJUANGAN TOKOH HEO (Tindakan pantang menyerah):
- PENYELESAIAN (Keadaan desa baru dan harapan masa depan):