Rabu, 09 April 2025

Materi IPAS: Dataran Tinggi dan Dataran Rendah

sumber: shutterstock.com/dennywaves

1. Pengertian

  • Dataran Tinggi adalah daerah yang letaknya berada di atas permukaan laut dengan ketinggian lebih dari 500 meter. 
  • Dataran Rendah adalah daerah yang letaknya dekat dengan permukaan laut dengan ketinggian kurang dari 200 meter.

2. Ciri-ciri

    • Dataran Tinggi
      • Udara sejuk, terasa segar atau dingin dan bersih.
      • Tanah subur, cocok untuk tanaman sayur dan buah.
      • Biasanya berada di pegunungan atau perbukitan.
      • Relief atau permukaan tanahnya berbukit-bukit atau bergunung-gunung landai.
      • Biasanya dimanfaatkan untuk perkebunan (teh, kopi, strauberi, apel), pertanian sayuran dan pariwisata.
      • Contoh aktivitas: bertani sayuran, beternak.
    • Dataran Rendah
      • Suhu udara cenderung hangat atau panas.
      • Relief atau permukaan tanahnya datar atau sedikit bergelombang.
      • Biasanya dimanfaatkan untuk pertanian (padi, jagung), pemukiman penduduk, industri dan tranportasi
      • Banyak ditemukan sungai dan rawa.
      • Contoh aktivitas: bertani padi, berdagang.

3. Contoh Wilayah

    • Dataran Tinggi:
      • Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah)
      • Dataran Tinggi Gayo (Aceh)
      • Dataran Tinggi Bandung (Jawa Barat)
      • Dataran Tinggi Toraja (Sulawesi Selatan)
      • Dataran Tinggi Boromo Tengger Semeru (Jawa Timur)
    • Dataran Rendah:
      • Dataran Rendah Pantai Utara Jawa
      • Dataran Rendah Palembang (Sumatra Selatan)
      • Dataran Rendah Surabaya (Jawa Timur)
      • Dataran Rendah Banjarmasin (Kalimantan Selatan)
      • Sebagian besar wilayah pesisir timur Sumatera
      • Sebagian besar wilayah pesisir selatan Papua

4. Manfaat Dataran Tinggi dan Dataran Rendah

    • Dataran Tinggi
      • Pertanian dan Perkebunan: Iklim sejuk dan tanah yang subur di dataran tinggi sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman yang membutuhkan suhu dingin dan bernilai tinggi seperti teh, kopi, stroberi, sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat. Sistem pertanian terasering yang umum diterapkan juga membantu mencegah erosi.
      • Peternakan: Padang rumput yang luas dan udara yang sejuk mendukung pengembangan peternakan, terutama untuk hewan seperti domba, kambing, sapi, dan kuda.
      • Pariwisata: menjadi daerah tujuan wisata karenan Pemandangan alam yang indah, udara segar, dan juga iklim yang sejuk menjadikan dataran tinggi sebagai tujuan wisata populer untuk berbagai aktivitas seperti hiking, berkemah, arung jeram, dan menikmati panorama.
      • Sebagai daerah resapan air yang penting untuk mencegah banjir di dataran rendah.
      • Sumber Air: Dataran tinggi, terutama wilayah pegunungan, sering menjadi sumber mata air alami yang penting untuk kebutuhan air bersih dan irigasi di wilayah sekitarnya. Hutan di dataran tinggi juga berperan sebagai daerah resapan air yang baik.
      • Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA): Ketinggian dan aliran sungai yang deras di dataran tinggi dapat dimanfaatkan untuk membangun waduk dan PLTA.
      • Pelestarian Flora dan Fauna: Iklim dan kondisi alam yang khas di dataran tinggi sering menjadi habitat bagi flora dan fauna unik yang perlu dilestarikan.
      • Penelitian: Dataran tinggi dengan lapisan udara yang lebih tipis ideal untuk lokasi penelitian ilmiah, seperti observasi bintang.
      • Pemukiman: Beberapa dataran tinggi memiliki area datar yang cocok untuk pemukiman dengan udara yang lebih sejuk dan lingkungan yang alami.
    • Dataran Rendah:
      • Pertanian: Tanah yang subur akibat sedimentasi dan topografi yang datar sangat ideal untuk pertanian skala besar, terutama padi, jagung, sayuran, dan perkebunan seperti tebu dan kelapa sawit.
      • Pusat Pemukiman dan Perkotaan: Kemudahan akses, topografi yang datar, dan ketersediaan sumber air menjadikan dataran rendah sebagai lokasi utama untuk pembangunan pemukiman, pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan industri.
      • Jalur Transportasi: Permukaan yang datar memudahkan pembangunan infrastruktur transportasi seperti jalan, rel kereta api, dan bandara, yang mendukung mobilitas penduduk dan barang.
      • Perikanan: Dataran rendah yang dekat dengan perairan atau memiliki banyak sungai dan danau cocok untuk pengembangan perikanan air tawar.
      • Peternakan: Padang rumput yang luas di beberapa dataran rendah mendukung kegiatan peternakan.
      • Pertambangan: Beberapa wilayah dataran rendah memiliki potensi sumber daya alam berupa hasil tambang seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan berbagai jenis logam.
      • Pariwisata: Wilayah dataran rendah yang memiliki pantai, sungai, atau danau juga berpotensi menjadi daya tarik wisata.
      • Irigasi: Dataran rendah memudahkan pembangunan sistem irigasi untuk mendukung pertanian.
      • Menjadi pusat kegiatan penduduk, industri dan perdagangan.
      • Sumber air dari sungai untuk irigasi dan kebutuhan sehari-hari.
Secara keseluruhan, baik dataran tinggi maupun dataran rendah memiliki peran dan manfaat yang signifikan bagi kehidupan manusia dan ekosistem. Keduanya menyediakan berbagai sumber daya alam, mendukung berbagai aktivitas ekonomi, dan menjadi tempat tinggal bagi beragam makhluk hidup.

5. Perbedaan Dataran Tinggi dan Dataran Rendah

No

Perbedaan

Dataran Tinggi

Dataran Rendah

1

Ketinggian

> 500 meter

< 200 meter

2

Suhu udara

Sejuk atau dingin

Hangat atau panas

3

Tanaman utama

Sayur dan buah

Padi dan kelapa

4

Aktivitas utama

Bertani dan beternak

Bertani dan berdagang

5

Manfaat Wilayah

  • Pertanian dan perkebunan
  • Peternakan
  • Pariwisata
  • Sumber Air
  • Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
  • Pelestarian Flora dan Fauna
  • Penelitian
  • Pemukiman

  • Pertanian
  • Pusat Pemukiman dan Perkotaan
  • Jalur Transportasi
  • Perikanan
  • Peternakan
  • Pertambangan
  • Pariwisata
  • Irigasi

Latihan Soal Materi IPAS: Dataran Tinggi dan Dataran Rendah

Comments
0 Comments

Posting Komentar