Cinta Itu Gila
Entahlah, aku tidak tahu kapan cinta itu hadir dalam hatiku dan aku juga tak mengerti mengapa cinta itu datang begitu cepat. Dan yang lebih aku tak mengerti mengapa aku harus mencintainya, padahal dia telah mempunyai seorang kekasih.
Aneh bukan? Tapi itulah cinta, bila cinta tidak gila itu tidak dikatakan cinta… Cinta itu harus gila.
Entahlah, apakah dia merasa hal yang sama dengan apa yang kurasa? Aku tak tahu. Hubunganku dengannya tak pasti, bertemankah atau berpacarankah…
Berteman…mungkin dia akan jadi seorang teman yang baik, yang selalu mau mendengar keluh kesahku setiap hari.
Berpacaran…mungkin dia akan jadi seorang pacar yang setia,
Berteman atau berpacaran aku tak peduli. Aku merasa nyaman… mendengar suaranya dan mendengar tawanya, dia selalu menjalani kehidupannya dengan santai, sepertinya dia tidak pernah merencanakan semua aktivitasnya seolah-olah dia memiliki suatu prinsip “Biarkan hidup mengalir apa adanya”. Tapi itulah yang aku ketahui dari hidupnya, esok akan bagaimana?, apa yang harus ia lakukan? tapi hal itu pula yang pada akhirnya membuatku benci, tapi kenapa rasa benci yang kian larut itu berubah menjadi rasa kasih sayang..
Semoga apa yang aku rasakan tidak harus dia ketahui..
untukmu : bidadari kecilku “Dy : 18-10-1994”